Rabu, 3 Juni 2026

Internasional

52.000 Warga Jalur Gaza Mengungsi, 450 Bangunan dan Rumah Hancur Dirudal Jet Tempur Israel

Sekitar 52.000 warga Jalur Gaza Palestina telah mengungsi, menghindari jadi korban serangan udara jet tempur Israel.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
EPA
Badan Pertahanan sipil Palestina mencari korban di reruntuhan rumah yang hancur terkena serangan udara jet tempur Israel di Kota Gaza, Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Sekitar 52.000 warga Jalur Gaza Palestina telah mengungsi, menghindari jadi korban serangan udara jet tempur Israel.

Serangan itu telah menghancurkan atau merusak parah hampir 450 bangunan di Jalur Gaza.

Kelompok Amnesty International, Selasa (18/5/2021) mengatakan serangan udara Israel terhadap tempat tinggal masuk kejahatan perang.

Israel mengatakan mereka hanya menyerang target militer yang sah dan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk menghindari korban sipil.

Sekitar 47.000 pengungsi telah mencari perlindungan di 58 sekolah yang dikelola PBB di Jalur Gaza.

Baca juga: Jalur Gaza Dihantam Krisis Listrik dan Air Bersih, Infrastruktur Hancur Dirudal Jet Tempur Israel

Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Selasa (18/5/2021).

Laerke mengatakan 132 bangunan telah hancur dan 316 lainnya rusak parah.

Termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan primer serta instalasi desalinasi.

Sehingga, mempengaruhi akses air minum bagi sekitar 250.000 rumah tangga.

Badan PBB menyambut baik, bahwa Israel telah membuka perbatasan untuk pasokan kemanusiaan tetapi menyerukan perlintasan lain juga akan dibuka.

PBB dan mitra kemanusiaannya menyediakan makanan dan bantuan lain untuk keluarga yang terlantar ketika situasi keamanan memungkinkan, kata Laerke.

Ada kekurangan pasokan medis yang parah, risiko penyakit yang ditularkan melalui air dan penyebaran Covid-19.

Karena orang-orang terlantar berkerumun ke sekolah, kata Margaret Harris, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Amnesty International yang berbasis di London menyerukan penyelidikan serangan udara terhadap bangunan tempat tinggal di Gaza.

"Pasukan Israel telah menunjukkan pengabaian yang mengejutkan terhadap kehidupan warga sipil Palestina dengan melakukan sejumlah serangan udara yang menargetkan tempat tinggal," kata Amnesty.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved