Rumah Warga Pidie Terbakar Saat Kenduri
Rumah janda Ainsyah Binti Usman (65) di Gampong Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Senin (17/5/2021) pukul 10.00 WIB
SIGLI - Rumah janda Ainsyah Binti Usman (65) di Gampong Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Senin (17/5/2021) pukul 10.00 WIB hangus terbakar. Musibah itu terjadi di tengah digelar kenduri turun tanah cucu anak pertama dari pasangan suami isteri, Jamaluddin (27) dan Rahmiyanti (23).
Kebakaran yang terjadi dalam suasana lebaran Idul Fitri 1442 H tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, harta benda janda Ainsyah Binti Usman seperti emas sekitar 15 mayam, padi 450 kg, beras, dan barang berharga lainnya gagal diselamatkan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mencatat tiga rumah terbakar di Gampong Reung-Reung. Adalah rumah milik Ainsyah Usman, Jauhari, dan rumah milik Azhari (43). Sementara di Kecamatan Sakti dilaporkan, dua rumah milik Ainsyah (64) warga Gampong Beucue, Kecamatan Sakti, Pidie, Minggu (16/5/2021) sekitar sekitar pukul 19.30 WIB juga dilahap si jago merah.
Keuchik Gampong Reung-Reung, Said Sofyan kepada Serambi, Senin (17/5/2021) mengatakan, rumah janda Ainsyah Usman terbakar secara mendadak usai kegiatan berdoa kenduri turun tanah cucunya dari pasangan suami-isteri, Jamaluddin dan Rahmiyanti. Rumah itu dihuni dua KK adalah Ainsyah bersama anaknya.
" Api dengan mudah membakar rumah semi permanen milik Ainsyah yang beratap rumbia. Padahal, mobil pemadam cepat datang ke lokasi kejadian. Sehingga, pemilik rumah gagal menyelamatkan harta benda, baik emas sekitar 15 mayam, padi, beras dan harta benda lainnya," kata Said Sofyan.
Ia menyebutkan, saat ini Ainsyah bersama anaknya tinggal di rumah darurat yang dibangun warga secara gotong-royong. Warga juga memasang tenda di lokasi rumah terbakar tersebut. "Ainsyah memang orang miskin yang tinggal bersama anaknya di rumah yang usianya sudah lama," jelas Said.
Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH melalui Kapolsek Kembang Tanjong, Iptu Alven Febriano kepada Serambi, Senin (17/5/2021), mengatakan, rumah berkonstruksi kayu milik Ainsyah Binti Usman terbakar saat digelar hajatan acara turun tanah cucunya.
Api yang membakar rumah itu bermula dari atap rumah yang diduga konslek listrik. Menurutnya, api berhasil dipadamkan setengah jam kemudian yang dilakukan petugas pemadam kebakaran. Kerugian diperkirakan Rp 200 juta dan tidak adanya korban jiwa. " Kita imbau kepada masyarakat agar waspada bahaya kebakaran, baik diakibatkan arus listrik maupun kompor maupun sumber api lainnya,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Ir Dewan Anshari, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, pada Idul Fitri 1442 H tercatat sudah lima rumah terbakar di Kembang Tanjong dan Sakti.
Di Kembang Tanjong meliputi rumah milik Ainsyah Usman, Jauhari dan milik Azhari (43). Sementara di Kecamatan Sakti dua rumah milik Ainsyah (64) warga Gampong Beucue, Kecamatan Sakti, Minggu (16/5/2021) sekitar sekitar pukul 19.30 WIB, dilahap si jago merah.
Sementara Camat Kecamatan Sakti, Masyitah SAg kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, ruang laboratorium komputer MAN 4 Kota Bakti terbakar, Sabtu (15/5/2021) sekira pukul 17.30 WIB. Madrasah tersebut terletak di Gampong Dayah Kampong Pisang, Kecamatan Sakti, Pidie.
Menurutnya, sumber api yang membakar lab MAN 4 Kota Bakti, diduga berasal dari pembakaran sampah di belakang ruang lab itu. Sehingga, api dengan cepat menjalar ke ruang lab komputer. "Akibat kejadian itu, madrasah mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta,” jelasnya. (naz)