15 Orang Meninggal akibat Covid-19, Selama Bulan Ramadhan
Selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah, 15 warga Gayo Lues (Galus) meninggalkan dunia akibat terinfeksi Covid-19
BLANGKEJEREN - Selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah, 15 warga Gayo Lues (Galus) meninggalkan dunia akibat terinfeksi Covid-19. Dari jumlah korban meninggal, tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Galus.
Sementara proses pemakamannya, 10 orang yang dilakukan sesuai protokol kesehatan (protkes), sedangkan sisanya pelaksanaan fardhu kifayahnya dan penguburannya dilakukan seperti biasanya.
Juru Bicara Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Galus, dr Safwan Azhari, Selasa (18/5/2021) membenarkan adanya 15 warga Galus yang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona selama bulan Ramadhan kemarin,
“Lima warga yang meninggal dan sempat dirawat dan diisolasi hasil swabnya sudah negatif. Sehingga saat penguburan dilaksanakan seperti biasa,” katanya.
Namun, katanya, ke 15 warga yang meninggal itu disebabkan oleh Covid-19, karena sebelumnya mereka sempat menjalani perawatan. "Dari 15 warga yang meninggal dunia, ada yang meninggal di RSUD Galus dan di Banda Aceh. Bahkan ada yang meninggal dunia di rumah sakit di Medan setelah dirujuk," terang Safwan Azhari.
Sementara dari Subulussalam dilaporkan, dua warga menjalani perawatan di RSUD setempat akibat Covid-19. Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr Dewi Sartika Pinem mengaku jika pihaknya selama ini masih merawat sejumlah pasien terpapar virus Corona.
Data terakhir, ada 19 pasien corona yang dirawat di RSUD Subulussalam dalam tiga bulan terakhir. Dia pun menyampaikan data pasien Covid-19 sejak Maret hingga Mei. Maret, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Subulussalam tiga orang. emudian April ada lima pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Subulussalam dan Mei melonjak sebanyak 11 orang.
Sebelas pasien yan dirawat dalam bulan ini satu diantaranya adalah warga Aceh Singkil. Dokter Dewi juga menyampaikan ada seorang pasien yang sudah meninggal dunia.
Terhadap hal ini Pemerintah Kota Subulussalam mengimbau masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dalam kondisi apapun. Pemerintah sendiri terus berupaya mencegah merebaknya virus asal Wuhan, Cina, di Kota Subulussalam.
Salah satu upaya pencegahan dengan melakukan pembatasan arus keluar masuk pelaku perjalanan dari Aceh ke Sumatera Utara atau sebaliknya. Tim medis yang bertugas di Posko Perbatasan Aceh-Sumatera Utara, Desa Jontor, Kecamatan melakukan rapid tes atigen terhadap sejumlah pelaku perjalanan. Rapid tes bagi sejumlah pelaku perjalanan itu dilaksanakan saat arus balik warga, Minggu (16/5/2021) malam hingga Senin (17/5/2021).
Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK mengatakan, pemeriksaan rapid tes antigen ini sebagai langkah menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 pascalebaran Idul Fitri.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Subulussalam yang diterjunkan ke lokasi posko menjelaskan pemeriksaan rapid tes digelar secara gratis. Hingga Selasa (18/5/2021) dini hari, ada enam warga yang tidak memiliki dokumen surat sehat berupa rapid tes antigen atau swab yang diperiksa ulang.
Hal itu dilakukan karena masyarakat tersebut sudah terlalu jauh berjalan dari Nagan Raya dan Simalungun, Sumatera Utara. Dari enam pelaku perjalanan yang dirapid tes antigen semuanya non reaktif Covid-19. Proses pemeriksaan terus dilakukan secara maksimal hingga tanggal 24 Mei mendatang. (c40/lid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-covid-19-gayo-lues-soal-warga-positif-corona.jpg)