Breaking News:

Luar Negeri

Pemuka Agama Islam Dibunuh Kelompok Bersenjata Seusai Pulang dari Shalat Isya

Seorang Imam bernama Syekh Djamali Moussa meninggal, Selasa (18/5/2021), setelah dilakukan pengepungan militer.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, KAMERUN - Seorang Imam bernama Syekh Djamali Moussa meninggal, Selasa (18/5/2021), setelah dilakukan pengepungan oleh kelompok bersenjata

Karena adanya pengepungan dari pihak bersenjata, memungkinkan pasukan keamanan memerangi kelompok bersenjata dan melakukan pemburuan terhadap para pelaku.

Melansir dari Anadolu Agency, Kamis (20/5/2021) Syekh Djamali Moussa merupakan imam yang cukup terkenal dan berpengaruh di wilayah Beni, Provinsi Kivu Utara.

Ia terbunuh oleh pasukan tidak dikenal di Mavivi sekitar 15 Km dari Kota Beni, Kamerun.

Baca juga: Gelar Doa Bersama untuk Palestina, Muzammil Ajak Warga Aceh tak Hanya Bantu Doa, Tapi Juga Berinfaq

Baca juga: Reaktif Covid-19, IRT Ini Dirujuk ke Rumah Sakit dengan Pengawalan Babinsa dan Babinkamtibmas

Seorang saksi mata bernama Teddy Kataliko, sekaligus tokoh masyarakat kawasan terkait, menyebut saat kejadian korban sedang melakukan perjalanan pulang ke rumahnya pada malam hari.

Kejadian ini adalah pembunuhan kedua yang melibatkan imam (pemuka agama Islam) dalam waktu kurang dari satu bulan di Beni.

Sebelumnya pada Sabtu (1/5/2021) Syekh Ali Amin, yakni Imam paling berpengaruh di Beni terbunuh saat sedang memimpin shalat di Masjid Mupanda pada bulan Ramadhan.

Para pelaku belum diidentifikasi, namun kelompok ADF (kelompok pemberontak) diduga bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut, karena sering kali telah menyerang dan melakukan pembunuhan pada warga sipil. 

Baca juga: VIRAL Video Asusila di Pemandian Cikoromoy, Begini Nasib Pelaku Kini

Tim dari PBB telah beberapa kali melakukan pengerebakan dan menemukan kelompok tersebut menculik dan membunuh warga sipil.

Untuk menahan kelompok bersenjata, Presiden Felix Tshisekedi memerintahkan untuk dilakukan pengepungan dan penangkapan terhadap anggota kelompok pemberontak di provinsi Kivu Utara dan Ituri, yang berbatasan dengan Uganda.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved