Breaking News:

Berita Simeulue

Mahasiswa Desak Kejari Simeulue Tetapkan Tersangka Oknum Anggota Dewan Tersandung Kasus SPPD Fiktif

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakat dan Buruh (Amarah) menggelar aksi damai di dua lokasi di Simeulue

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Koordinator lapangan dari Aliansi Mahasiswa Rakyat dan Buruh, menyampaikan aspirasinya dalam aksi damai di Kejari Simeulue untuk mendesak segera ditetapkannya tersangka oknum anggota DPRK Simeulue yang tersandung kasus SPPD fiktif, Jumat (21/5/2021). 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakat dan Buruh (Amarah) menggelar aksi damai di dua lokasi, yakni di Gedung DPRK Simeulue dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue, Jumat (21/5/2021).

Aksi damai tersebut turut mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan di wilayah kepulauan itu.

"Segera ditetapkan tersangka (oknum anggota dewan dan mantan anggota dewan) dalam kasus ini. Kami datang minta kepastian," tandas Koordinator Lapangan (Korlap), Isra Fuadi di hadapan massa di halaman kantor Kejari Simeulue.

Baca juga: Lagi, Kejari Sabang Kembali Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp 255 Juta

Ia menambahkan, apabila kasus yang tengah dalam penyidikan pihak kejaksaan setempat tidak tuntas hingga maka pihaknya akan menurunkan massa yang lebih besar lagi.

"Kita tidak akan surut jika kasus ini dimainkan-mainkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab," tegas Isra Fuadi.

Sekedar diketahui, bahwa kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) oknum anggota DPRK Simeulue terjadi pada tahun anggaran 2019.

Baca juga: Simak Jadwal Pendaftaran CPNS di Aceh Barat, Siap Rekrut 306 CPNS dan 500 PPPK

Terdapat belasan oknum anggota dewan yang tersandung dan juga masih ada yang menjabat sebagai anggota dewan periode saat ini.

Dalam kasus SPPD fiktif itu, diduga telah merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

Sementara itu, Kajari Simeulue R Hari Wibowo, di hadapan massa Amarah menyatakan bahwa terkait perkembangan penyidikan SPPD fiktir oknum anggota DPPR Simeulue pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPK RI.

Dalam waktu dekat BPK RI akan menurunkan tim investigasi ke Simeulue untuk melakukan audit.

"Salah satu dasar untuk menetatpkan tersangka adalah (hasil) audit," jelas Kajari Simeulue di hadapan massa.(*)

Baca juga: Lagi, Dua Pasien Covid-19 di Bener Meriah Meninggal Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved