Breaking News:

Terdakwa Terancam Hukuman Mati, Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Simpang Jernih

Kasus pembunuhan berencana terhadap ibu dan anak di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN)

Editor: bakri
Dok Kejari Aceh Timur
Tim JPU Kejari Aceh Timur menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Simpang Jernih dari penyidik Polres di Kejaksaan Aceh Timur, Selasa (27/4/2021). 

IDI – Kasus pembunuhan berencana terhadap ibu dan anak di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Selasa (18/5/2021).

Dalam sidang perdana tersebut, kedua terdakwa terancam hukuman mati. “Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan sudah kita laksanakan. Selanjutnya, sidang dilanjutkan Selasa depan dengan agenda pemeriksaan saksi,” ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru SH MH didampingi Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi SH MH dan Kasi Intel, Andi Zulanda SH kepada Serambi Kamis (20/5/2021).

Dalam sidang pembacaan dakwaan Selasa (18/5/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan uraian terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut. Adapun tim JPU yang membacakan dakwaan terhadap terdakwa yaitu Ivan Najjar Alavi SH MH,  Andy Zulanda SH, dan Iqbal Zakwan SH.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, bertempat di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Kala itu, terdakwa M Rizal Sitorus bersama rekannya, Rabusah (berkas terpisah tapi satu peristiwa), sudah  merencanakan pembunuhan terhadap korban Siti Fatimah (57).

Saat itu, pelaku masuk ke dalam kamar korban. Di mana korban kala itu sedang tidur di dalam kamarnya. Lalu, terdakwa Rabusah langsung memukul kepala korban menggunakan kayu. Akibat pukulan keras tersebut, Siti Fatimah roboh.

Setelah itu, terdakwa melihat ada orang lain di dalam kamar tersebut. Kali ini, Rabusa kembali melakukan pemukulan terhadap anak Siti Fatimah, Nadatul Afra (15). Sehingga, korban tak sadarkan diri.

Setelah anak tersebut jatuh ke lantai, kemudian M Rizal Sitorus kembali memukul korban Siti Fatimah. Tak sebatas itu, M Rizal melakukan pemerkosaan terhadap Nadatul Afra. Padahal saat itu, kondisi korban dalam keadaan sekarat.

Menyusul aksi kedua pelaku yang sengaja menghilangkan nyawa Siti Fatimah bersama anaknya, Rabusah dan M Rizal Sitorus terancam hukuman mati. Sidang kasus pembunuhan tersebut akan dilanjutkan kembali pada Selasa (24/5/2021) mendatang.

Sidang perdana kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Selasa (18/5/2021), majelis hakim diketua Khalid SH dengan anggota, Ike SH dan Reza SH.

Dalam kasus ini, ada dua dakwaan untuk masing-masing terdakwa. Untuk M Rizal Sitorus didakwakan melanggar tiga pasal yaitu pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), pembunuhan (Pasal 338 (KUHP), dan pemerkosaan (Pasal 76 D) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan terdakwa Rabusah didakwa melanggar dua pasal yaitu pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), dan pembunuhan (Pasal 338 KUHP).

“Kenapa berbeda pasal, karena yang melakukan pemerkosaan hanya terdakwa M Rizal Sitorus. Tapi mereka melakukan pembunuhan dalam peristiwa yang sama. Jadi kedua terdakwa terancam dengan pidana penjara maksinal 20 tahun, seumur hidup, dan hukuman pidana mati,” tegas Kasi Pidum Kejari Aceh Timur, Ivan Najjar Alavi SH MH.(c49)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved