Internasional
Israel Longgarkan Pembatasan Covid-19, Buka Kembali Perbatasan, Izinkan Turis Asing Berkunjung
Israel membuka kembali perbatasan udara, darat dan laut untuk turis asing mulai Minggu (23/5/2021).
SERAMBINEWS.COM. JERUSALEM - Israel membuka kembali perbatasan udara, darat dan laut untuk turis asing mulai Minggu (23/5/2021).
Kebijakan itu disambil setelah turunya kasus Covid-19 dengan tajam..
Diansir AFP, akan butuh waktu bagi pengunjung berdatangan untuk menghidupkan kembali industri pariwisata Israel.
Di bawah pelonggaran pembatasan Covid-19 , pemerintah melanjutkan rencana mengizinkan sekelompok kecil turis dari negara-negara yang telah disetujui.
Maskapai asing juga melanjutkan penerbangan yang ditangguhkan ketika Hamas memulai serangan roket ke Israel bulan ini.
Gencatan senjata telah menghentikan pertempuran, membantu pemerintah memenuhi target tanggal hari Minggu untuk memulai rencana tersebut.
Baca juga: VIDEO Video Udara Penampakan Bangunan di Gaza Hancur Setelah Dibombardir Israel
Namun Kementerian Pariwisata rencananya baru dibuka pekan lalu, sehingga jumlah pengunjung awalnya akan dibatasi.
“Tidak mungkin kelompok pertama akan tiba sebelum awal Juni 2021,” kata juru bicara Kementerian Pariwisata Israel.
Pariwisata pada tahun 2019 mencapai rekor tertinggi 4,55 juta pengunjung.
Menyumbang 23 miliar shekel atau $ 7,1 miliar bagi ekonomi Israel, terutama melalui usaha kecil dan menengah.
Di bawah program percontohan yang akan berlanjut hingga 15 Juni 2021, Israel memberikan lampu hijau untuk kunjungan 20 kelompok.
Terdiri dari 5 hingga 30 wisatawan dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jerman.
20 grup lainnya dipilih untuk siaga jika salah satu dari 20 operator tur pertama tidak memenuhi persyaratan Israel.
Menteri Pariwisata Israel, Orit Farkash-Hacohen mengatakan sedang bekerja untuk memungkinkan lebih banyak wisatawan masuk.
Baca juga: Kisah Penyesalan Eks Tentara Israel Serang Palestina, Kini Ungkap Fakta & Misi Utama Tentara Israel
Sehingga, akan mampu merehabilitasi industri pariwisata dan membawa ratusan ribu orang kembali ke dunia kerja.
Otoritas Israel percaya membatasi pariwisata pada kelompok kecil sebagai cara terbaik.
Untuk memantau dan menahan penyebaran COVID-19, terutama varian baru.
Rencananya untuk meningkatkan jumlah kelompok pada Juni 2021.
Sehingga, memungkinkan wisatawan individu untuk mulai berkunjung pada Juli 2021.
Pengunjung harus menunjukkan tes PCR negatif sebelum terbang.
Kemudian, menjalani tes lebih lanjut pada saat kedatangan.
Israel telah memvaksinasi penuh sekitar 55 persen dari populasinya dan kasus COVID-19 telah menurun tajam.
Baca juga: Peduli Palestina di Inggris, Warga Desak Pemerintah Minta Tanggungjawab Israel atas Perang di Gaza
Ketua El Al Israel Airlines David Brodet, Minggu (23/5/2021) mengatakan akan mundur.
Pemerintah menyetujui paket bailout $ 210 juta untuk El Al bulan ini.
Seusai pemotongan pengeluaran yang tajam dan pemilik maskapai menyuntikkan lebih banyak uang.(*)