Video Udara Penampakan Bangunan di Gaza Hancur Setelah Dibombardir Israel
Beberapa gedung bertingkat yang menampung puluhan kantor media asing, termasuk Associated Press dan Aljazeera TV, juga hancur.
SERAMBINEWS.COM - Serangan udara pasukan Israel ke Gaza menghancurkan sejumlah gedung.
Serangan udara tersebut juga meluluh lantakkan gedung kantor berita internasional di Gaza.
Melansir Anadolu Agency, Minggu (23/5/2021), rekaman udara yang mengerikan dari Gaza menunjukkan bangunan dan tempat yang rusak setelah 11 hari serangan udara Israel di Jalur Gaza yang diblokade.
Menurut seorang pejabat di Gaza, dalam serangan itu, setidaknya 2.000 bangunan hancur total dan 15 ribu bangunan menjadi tidak dapat digunakan selama serangan Israel.
Sebanyak empat masjid dan puluhan kantor polisi juga hancur total.
Beberapa gedung bertingkat yang menampung puluhan kantor media asing, termasuk Associated Press dan Aljazeera TV, juga hancur.
Baca juga: Peduli Palestina di Inggris, Warga Desak Pemerintah Minta Tanggungjawab Israel atas Perang di Gaza
Baca juga: Kisah Penyesalan Eks Tentara Israel Serang Palestina, Kini Ungkap Fakta & Misi Utama Tentara Israel
Setidaknya 279 warga Palestina tewas, termasuk 69 anak-anak dan 40 wanita, dan 1.910 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dua belas orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.
Pertempuran itu, yang paling sengit dalam beberapa tahun, dihentikan pada hari Jumat di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir.
Baca juga: Rumahnya Kena Rudal Israel: Bocah Usia 4 Tahun Kehilangan Ibu dan Empat Saudaranya
Kisah Horor dari Puing-puing Bangunan Gaza Dirudal Jet Tempur Israel Terus Bermunculan
Tiga saudara perempuan Hala, Yara dan Rola ditemani sang ayah, Muhammad Al-Kulak, tewas di bawah reruntuhan rumah mereka.
Termasuk beberapa orang lainnya di Jalan Al-Wehda di Jalur Gaza, Palestina terkena serangan udara Israel,
Serangan udara Israel it menyebabkan sedikitnya 42 orang tewas dan 50 orang terluka.
Ibu dari tiga putri, Dalal, dan putra satu-satunya, Abdullah, yang baru berusia 2 tahun, selamat.
Hala, 12, Yara, 9, dan Rola, 6, termasuk di antara 11 anak yang tewas dalam minggu pertama ledakan kekerasan.
Abdullah dan Dalal sangat terkejut, kata ayah Dalal, Ahmed Al-Maghribi.