Jumat, 1 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Komunitas Steem Bantu Korban Kebakaran di Lhokseumawe

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai Rp 1 juta dan sejumlah peralatan dapur senilai Rp 2 juta bagi keluarga korban yang masih tinggal di tenda.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Komunitas Steem menggalang dana kemanusian dan menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Dusun B Gampong Paloh Punti Kecamatan Muara Batu, Kota Lhokseumawe, Senin (24/5/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Komunitas Steem menggalang dana kemanusian dan menyerahkan bantuan bagi Korban Kebakaran di Dusun B Gampong Paloh Punti Kecamatan Muara Batu, Kota Lhokseumawe.

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai Rp 1 juta dan sejumlah peralatan dapur senilai Rp 2 juta bagi keluarga korban yang masih tinggal di bawah tenda.

Manager Steem Amal Nailul Authar, kepada Serambinews.com, Senin (24/5/2021) mengatakan bantuan tersebut diberikan Komunitas Steem Amal kepada keluarga Ramli dan Mardiana yang mengalami musibah pada 2 Mei lalu.

Rumah dan seluruh isinya ludes dilalap api akibat ledakan tabung gas dan kini mereka tidak memiliki apa-apa lagi. 

Sehingga kondisi memprihatinkan itu membuat komunitas Steem terpanggil dan terketuk hatinya untuk mengulurkan bantuan untuk meringankan beban penderitaan korban musibah kebakaran itu. 

“Kami memutuskan memberikan santunan berupa uang tunai dan peralatan rumah tangga setelah melakukan survei di lapangan,” ungkap Nailul Authar.

Baca juga: Pendaftaran Murid Baru di SDN 1 Banda Sakti Membludak, Sore Ini Langsung Diumumkan Kelulusan

Baca juga: Gaji ke-13 Pensiunan dan PNS Cair 1 Juni 2021, Cek Besaran Tiap Golongan

Baca juga: Lawan Israel, Ratusan Nomor WhatsApp Orang Israel Dibocorkan oleh Hacker Indonesia

Baca juga: Wow! Cristiano Ronaldo Jadi Orang Pertama yang Meraih Sepatu Emas di 3 Liga Paling Bergengsi Eropa

Disebutkannya, selain menyerahkan bantuan uang tunai satu juta, komunitas Steem Amal juga menyerahkan peralatan rumah tangga seperti piring, sendiri, gelas, kipas angin, penampung air, kelambu, serta sejumlah bahan pokok. 

“Kami menyerahkan bantuan untuk membantu korban agar bisa survive. Sebelumnya, sudah ada pihak lain yang menyerahkan bantuan tetapi itu belum cukup,” jelas Nailul yang didampingi sejumlah pengurus teras Komunitas Steem Amal seperti Salman, Akbar Nur, dan Maulana.

Menurut Nailul, melihat kondisi tempat tinggal Ramli dan Mardiana sekeluarga, Nailul dan tim Steem Amal menilai bantuan sumur dan MCK juga pantas diberikan kepada keluarga tersebut. Mereka mensurvei sumber air bersih yang sangat tidak layak dikonsumsi. 

“Keluarga itu juga membutuhkan MCK dan sistem sanitasi yang sehat,” paparnya.

Baca juga: Duel Berdarah 2 Tetangga, Saling Serang Gunakan Pedang dan Tombak, Dipicu Ejekan

Baca juga: Kylian Mbappe Sebut Syarat Bertahan di PSG, Singgung Soal Kemenangan Klub dan Liga Champions

Baca juga: Haji 2021 Diizinkan, 30 Persen Kuota untuk Jamaah Indonesia yang Gagal Berangkat Tahun Lalu

Sebelumnya, Komunitas Steem Amal sudah menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Krueng Geukuh, Aceh Utara dan menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan di Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Pidie Jaya. 

Komunitas Steem Amal yang menggalang dana dalam bentuk mata uang kripto dari seluruh pengguna akun Steemit, juga menyerahkan bantuan kepada anak yatim di Aceh Utara serta berbagai bantuan lainnya kepada warga yang membutuhkan.

Salah seorang korban kebakaran Mardiana mengatakan dia dan keluarganya terharu setelah menerima bantuan secara langsung di bawah tenda tempat mereka menetap sementara.

Baca juga: Kesal Investasinya Gagal, Pengemudi Mobil di China Tabrak 5 Orang Pejalan Kaki Hingga Tewas

Baca juga: Populer di Kalangan Artis untuk Membuktikan Garis Keturunan, Berapa Biaya untuk Sekali Tes DNA?

Baca juga: Berencana Bangun Pesantren, Atta Halilintar Ingin Mencetak Santri yang Berjiwa Enterpreneur

Mardiana mengungkapkan, rumah mereka hangus terbakar karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke dalam lorong yang sempit. 

“Akhirnya, rumah kami rata dengan tanah,” ungkap ibu enam anak tersebut.

Menurutnya, sebelumnya mereka juga sudah menerima bantuan tenda dari Dinas Sosial dan bantuan uang dari Baitul Mal Kota Lhokseumawe.

Bantuan dari Steem Amal sangat membantu karena setelah musibah itu suaminya belum dapat secara maksimal mencari nafkah sebagai pengumpul barang bekas atau pemulung. 

Sehingga pendapatannya tidak jelas dan  tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved