Breaking News:

Otomotif

Tindakan Ini Berbahaya Dilakukan Ketika Melihat Kendaraan Berlawanan Arah

Kondisi seperti menghentikan kendaraan lain juga dapat dikatakan sebagai awal mula dalam memicu masalah lain.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Jalan kawasan Pasar Pagi Bireuen macet, karena pengendara kendaraan melintas di jalur yang salah atau melanggar rambu lalulintas. Ruas jalan tersebut seharusnya satu arah, tapi banyak pengendara sepmor dan becak melaju berlawanan arah. Foto diambil Kamis (17/5) sore. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

SERAMBINEWS.COM - Pengendara yang melaju berlawanan arah biasanya menghindari kemacetan dan tidak sabar untuk menunggu.

Namun terkadang fenomena itu membuat para pengguna jalan lainnya merasa risih dan spontan menghentikannya.

Bahkan sampai meminta mundur dan kembali ke jalurnya.

Menanggapi hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, jangan sampai hal tersebut dilakukan dengan sembrono.

Kondisi seperti menghentikan kendaraan lain juga dapat dikatakan sebagai awal mula dalam memicu masalah lain.

"Kalau kendaraan yang melawan arah berjalan pelan kemudian kita hentikan bahkan menyuruh putar balik, masih bisa dia berhenti. Tapi kalau bergerak dengan cepat maka itu akan menjadi satu kekonyolan," kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Korea Utara Mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia Butuh Bantuan Timnas Indonesia

Iran Larang Penambangan Bitcoin, Teheran dan Sejumlah Kota Besar Alami Pemadaman Listrik

Pemuda 19 Tahun Tusuk Mahasiswi, Pelaku Ngaku Suka Sama Korban Tapi Tidak Ada Respons

Apalagi kalau kendaraan yang dihadang merupakan kendaraan besar. Perlu diketahui, kendaraan besar tidak dengan mudah akan berhenti ketika di rem.

Masih ada beban yang menahan kendaraan dan butuh waktu untuk kendaraan berhenti.

"Jadi sebaiknya, memberikan tanda terlebih dahulu. Kalau kita menjumpai orang dengan perilaku tidak aman seperti itu, lebih baik kita fokus terlebih dahulu dengan keselamatan kit," kata Jusri.

Jika tidak membahayakan atau tidak menimbulkan konflik atau masalah mungkin tidak apa-apa. Tapi lebih baik dipikirkan terlebih dahulu matang-matang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved