Otomotif
Tindakan Ini Berbahaya Dilakukan Ketika Melihat Kendaraan Berlawanan Arah
Kondisi seperti menghentikan kendaraan lain juga dapat dikatakan sebagai awal mula dalam memicu masalah lain.
SERAMBINEWS.COM - Pengendara yang melaju berlawanan arah biasanya menghindari kemacetan dan tidak sabar untuk menunggu.
Namun terkadang fenomena itu membuat para pengguna jalan lainnya merasa risih dan spontan menghentikannya.
Bahkan sampai meminta mundur dan kembali ke jalurnya.
Menanggapi hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, jangan sampai hal tersebut dilakukan dengan sembrono.
Kondisi seperti menghentikan kendaraan lain juga dapat dikatakan sebagai awal mula dalam memicu masalah lain.
"Kalau kendaraan yang melawan arah berjalan pelan kemudian kita hentikan bahkan menyuruh putar balik, masih bisa dia berhenti. Tapi kalau bergerak dengan cepat maka itu akan menjadi satu kekonyolan," kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).
• Korea Utara Mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia Butuh Bantuan Timnas Indonesia
• Iran Larang Penambangan Bitcoin, Teheran dan Sejumlah Kota Besar Alami Pemadaman Listrik
• Pemuda 19 Tahun Tusuk Mahasiswi, Pelaku Ngaku Suka Sama Korban Tapi Tidak Ada Respons
Apalagi kalau kendaraan yang dihadang merupakan kendaraan besar. Perlu diketahui, kendaraan besar tidak dengan mudah akan berhenti ketika di rem.
Masih ada beban yang menahan kendaraan dan butuh waktu untuk kendaraan berhenti.
"Jadi sebaiknya, memberikan tanda terlebih dahulu. Kalau kita menjumpai orang dengan perilaku tidak aman seperti itu, lebih baik kita fokus terlebih dahulu dengan keselamatan kit," kata Jusri.
Jika tidak membahayakan atau tidak menimbulkan konflik atau masalah mungkin tidak apa-apa. Tapi lebih baik dipikirkan terlebih dahulu matang-matang.
Jusri mengatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah domain kita untuk menghentikannya.
Karena pada saat di jalan raya, pengguna kendaraan itu bukanlah polisi. Sehingga tidak bisa memprediksi apa yang terjadi setelah itu.
Apabila sopir kendaraan yang dihentikan emosi, bisa jadi kendaraan kita malah yang ditabrak.
"Ya kalau misal dia mau mundur, kalau tidak, jadi orang lain di jalan raya itu kalau kita bukan polisi atau penegak hukum maka mereka berada di luar lingkaran kontrol kita," ucap Jusri.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Begini Sikap yang Benar Ketika Menemukan Kendaraan Lawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-kawasan-pasar-pagi-bireuen-macet_20180519_112212.jpg)