Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Larang Warga Buat Prakiraan Cuaca Tidak Resmi, Hukuman dan Denda Menunggu

Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras terhadap warga yang membuat prakiraan cuaca tidak resmi.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Petugas memantau cuaca Badan Meteorologi Nasional di Mekkah, Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras terhadap warga yang membuat prakiraan cuaca tidak resmi.

Mereka dapat menghadapi hukuman penjara dan denda besar setelah larangan nasional atas prakiraan cuaca tidak resmi.

Dilansir ArabNews, Sabtu (29/5/2021), Biro Investigasi dan Penuntutan Umum Kerajaan mengumumkan peraturan baru.

Dimana, melarang individu atau organisasi di luar Pusat Meteorologi Nasional untuk memprediksi cuaca dan kondisi iklim.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan 11 Negara ke Kerajaan, Ini Daftarnya

Bagi yang melanggar aturan bisa dipenjara hingga 10 tahun dan dikenakan denda maksimum SR2 juta atau sekitar $ 530.000.

Dalam sebuah tweet, biro tersebut mengatakan:

"Dilarang membuat meteorologi sendiri, baik produk maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional, dan terbatas pada Badan Meteorologi Nasional."

Hussein Al-Qahtani, juru bicara Badan Meteorologi mengatakan larangan tersebut mulai berlaku dalam waktu enam bulan ke depan.

Dia menegaskan merupakan bagian dari upaya otoritas untuk mengatur pekerjaan meteorologi di Kerajaan.

“Ini sejalan dengan privatisasi sektor-sektor yang dideklarasikan di negara tersebut, termasuk meteorologi," jelasnya.

Baca juga: Duta Besar China Ikut Kampanyekan Hijaukan Gurun Arab Saudi

Dikatakan, hal ini untuk melayani status meteorologi di Kerajaan dan memberi ruang bagi pekerjaan meteorologi secara tertib.

Dia menunjukkan perbaikan sistem meteorologi sudah lama tertunda karena tidak memiliki kerangka kerja yang terintegrasi.

“Ini adalah sistem operasional yang memberikan lebih banyak ruang untuk mengembangkan pekerjaan meteorologi yang penting untuk melestarikan kehidupan dan harta benda orang," jelasnya.

Al-Qahtani mencatat perubahan tersebut sejalan dengan program restrukturisasi yang saat ini sedang berlangsung di sektor lain di seluruh Kerajaan.

Baca juga: Arab Saudi Peringatkan Ancaman Teroris, Manfaatkan Krisis Pandemi Covid-19, Targetkan Senjata Nuklir

Aturan baru akan melarang orang yang tidak berwenang untuk meramalkan cuaca dan kondisi iklim.

Atau mengeluarkan peringatan ditujukan untuk mencegah prediksi yang tidak akurat untuk mengejar keuntungan finansial.

“Orang-orang ini menggunakan berbagai platform media sosial untuk memperingatkan orang," katanya.

"Untuk mendapatkan pengikut dan keuntungan dari iklan dan keuntungan finansial,” tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved