Sabtu, 23 Mei 2026

Dua Bocah Disambar Petir Masih Dirawat

Dua dari lima warga Desa Gampong Trieng, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara yang menjadi korban sambaran petir hingga Sabtu (28/5/2021) sore

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/JAFARUDDIN
Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan dua bocah disambar petir di ruang Athfal RSU Cut Meutia Aceh Utara, Sabtu (28/5/2021) 

LHOKSUKON – Dua dari lima warga Desa Gampong Trieng, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara yang menjadi korban sambaran petir hingga Sabtu (28/5/2021) sore, masih mendapat perawatan di RSU Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Kedua boca yang masih dirawat yaitu Muhammad Irfan Rasyid (9), dan Ridwan Kamil (5).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak lima warga Desa Gampong Trieng Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Rabu (26/5/2021) sekira pukul 16.00 WIB disambar petir saat mereka berteduh di sebuah gubuk kawasan desa setempat. Petir tersebut menyambar gubuk tempat mereka untuk istirahat setelah kawasan itu dan sekitarnya diguyur hujan deras.

Masing-masing korban adalah Nurhayati (33), M Irfan Rasyid (11), Ridwan (9), Irham (8) dan Ardian (5). Akibat kejadian tersebut satu korban meninggal dunia, Nurhayati, ibu dari dua bocah yang juga menjadi korban yakni Muhammad Irfan Rasyid dan Irham (6). Sedangkan dua korban lainnya, Ridwan Kamil (5) dan Ardian (5).

Selain itu, akibat sambaran petir tersebut, gubuk tempat mereka berteduh juga hancur. Bahkan, Muhammad Irfan Rasyid dan Ridwan Kamil sempat tertimpa dengan material gubuk tersebut. Tak hanya itu, atap gubuk yang terbuat dari pohon rumbia juga mengeluarkan asap, diduga terbakar karena sambaran petir tersebut.

Dari lima korban tersebut, sampai Sabtu (28/5) sore, dua diantaranya masih dirawat di ruang anak, Athfal RSU Cut Meutia Aceh Utara, Irfan Rasyid dan Ridwan. Irfan mengalami luka parah di bagian paha kiri. Bocah tersebut didampingi keluarganya, karena ibunya sudah meninggal. Sementara Ridwan mengalami sambaran petir di bagian dadanya.

Kulit di bagian dadanya menghitam dan menyisakan bekas luka. Namun, Ridwan sudah terlihat ceria kembali. “Saat kejadian tersebut saya tak jauh dari gubuk tersebut,” ujar Misriani (45) ibu kandung Ridwan Kamil kepada Serambi, Sabtu (28/5/2021).

Setelah gubuk itu roboh terkena sambaran petir, Ridwan Kamil dan Irfan tertimpa dengan material gubuk tersebut. Saat itu juga warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong Ardian dan Irham, karena keduanya tak sampai tertimpa. Lalu, mereka dibawa ke Puskesmas Lhoksukon. “Seingat saya belum pernah terjadi sambaran petir di kawasan kami seperti itu,” ungkap Misriani.

Sementara itu Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin MKes kepada Serambi menyebutkan, bocah yang menjadi korban sambaran petir masih mendapat perawatan. “Saat ini, kondisi keduanya sudah lebih baik setelah mendapat perawatan medis,” ujar Jalaluddin.

Dari empat bocah yang menjadi korban sambaran petir tersebut, dua diantaranya mengaku masih trauma. Keduanya adalah Irham dan tetangganya Ardian. Bahkan, Irham tak berani melihat jenazah ibunya, Nurhayati pada hari pertama kejadian. Kini Irham tinggal bersama dengan neneknya di Desa Trieng, Kecamatan Cot Girek setelah kepergian ibunya selamanya.

“Mereka hanya dibawa ke puskesmas saja, kemudian dibawa pulang bersama Nurhayati. Sedangkan Irfan dan Ridwan dirujuk ke RSU Cut Meutia,” kata Misriani. Ridwan setelah kejadian tersebut susah bernafas, karena merasa sakit di bagian dada. Bocah tersebut juga mengalami luka lecet menghitam di bagian kepalanya.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved