Senin, 11 Mei 2026

Tesla Sukses Kembangkan Mobil Autopilot, Ternyata Ada Peran Sosok Wanita Asal Indonesia di Baliknya

Bukan sembarangan, wanita asal Indonesia ternyata menjadi salah satu kunci kesuksesan pabrik mobil modern Tesla dalam mengembangkan fitur autopilot

Tayang:
Editor: Amirullah
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE VOA INDONESIA
Kisah Moorissa Tjokro, perempuan pintar Indonesia dibalik fitur Autopilot mobil Tesla yang berani terjun ke dunia STEM. 

SERAMBINEWS.COM - Tesla saat menjadi salah satu produsen mobil pintar di dunia.

Tesla terus mengembangkan teknologinya untuk bersaing di dunia otomotif.

Teknologi yang menjadi andalan Tesla dalah autopilotnya.

Ternyata ada sosok wanita asal Indonesia di balik canggihnya teknologi tersebut.

Ia adalah Moorissa Tjokro.

Nama Moorissa Tjokro mungkin tak banyak diketahui publik Indonesia, namun ternyata begitu cukup disegani dalam industri mobil canggih di Amerika Serikat (AS).

Bukan sembarangan, wanita asal Indonesia ini ternyata menjadi salah satu kunci kesuksesan pabrik mobil modern Tesla dalam mengembangkan fitur autopilotnya.

Baca juga: VIRAL - Waktu SMA Ujian Praktik Akad, Pasangan Ini Berakhir Nikah Beneran, Ini Kisahnya

Moorissa Tjokro (26) adalah 1 dari hanya 6 Autopilot Software Engineer perempuan yang bekerja untuk perusahaan Tesla, di California.

Ia mengakui bahwa profesi ini masih jarang ditekuni perempuan. Belum lama ini, ia dipercaya ikut menggarap fitur swakemudi atau Full-Self-Driving untuk Tesla.

Baru-bari ini, perusahaan mobil Tesla di Amerika Serikat meluncurkan fitur kecerdasan buatan swakemudi penuh atau Full-Self-Driving versi beta, yang kini sudah tersedia secara terbatas bagi para pengguna mobilnya.

Di balik penggarapan fitur ini ada sosok warga Indonesia, Moorissa Tjokro (26), yang berprofesi sebagai Autopilot Software Engineer atau insinyur perangkat lunak autopilot untuk Tesla di San Francisco, California.

“Sebagai Autopilot Software Engineer, bagian-bagian yang kita lakukan, mencakup computer vision, seperti gimana sih mobil itu (melihat) dan mendeteksi lingkungan di sekitar kita."

Baca juga: Christine Hakim & Erros Djarot Kecewa Saat Film Tjoet Nja Dhien Diturunkan Demi Film Asing

Bekerja untuk Tesla sejak Desember 2018 silam, sebelum dipercaya menjadi Autopilot Software Engineer, Moorissa ditunjuk oleh Tesla untuk menjadi seorang Data Scientist, yang juga menangani perangkat lunak mobil.

“Sekitar dua tahun yang lalu, temanku sebenarnya intern (magang) di Tesla. Dan waktu itu dia sempat ngirimin resume-ku ke timnya. Dari situ, aku tuh sebenarnya enggak pernah apply, jadi langsung dikontak sama Tesla-nya sendiri. Dan dari situlah kita mulai proses interview,” kenangnya.

Sehari-harinya, perempuan kelahiran 1994 ini bertugas untuk mengevaluasi perangkat lunak autopilot, serta melakukan pengujian terhadap kinerja mobil, juga mencari cara untuk meningkatkan kinerjanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved