Internasional
AS Peringatkan Ancaman Hizbullah, Stabilitas Lebanon Terus Terguncang
Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah terhadap stabilitas Lebanon.
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah terhadap stabilitas Lebanon.
Lebanon sedang didera krisis ekonomi berkepanjangan dan pemerintahan.
Kekhawatiran itu diangkat dalam diskusi tentang kerja sama pertahanan Washington dengan Lebanon.
Dilansir AFP, Rabu (2/6/2021), AS telah memberikan dukungan selama lebih dari 15 tahun kepada Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF).
Tetapi pengaruh yang meningkat dari Hizbullah yang ditunjuk sebagai teroris dalam politik Lebanon telah meregangkan kemitraan.
“Teroris dan kegiatan terlarang Hizbullah mengancam keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Lebanon,” kata Dana Stroul, Wakil Asisten Menhan AS untuk Timur Tengah.
Dia mengatakan konferensi yang diselenggarakan oleh Middle East Institute.
“Ini (Hizbullah) lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada apa yang terbaik untuk rakyat Lebanon.”
Baca juga: Tentara Lebanon Dobrak Apartemen, Selamatkan Seorang Anak Dirantai di Jeruji Jendela
Krisis keuangan dan politik di Lebanon telah membuat nilai mata uang lokal merosot, menghapus tabungan dan gaji rakyat.
Panel mendengar bagaimana hal itu meningkatkan tekanan pada anggota LAF, yang sekarang berjuang untuk memenuhi kebutuhan.
“Kami sangat prihatin dengan stabilitas Lebanon," kata Stroul.
Dia menyatakan akan tetap berkomitmen bekerjasama dengan LAF.
Untuk menemukan cara mengakhiri krisis ini, tambah Stroul.
Sebelumnya, Departemen Keuangan AS pada Selasa (11/5/2021) menjatuhkan sanksi terhadap tujuh warga negara Lebanon terkait Hizbullah.
Termasuk perusahaan keuangannya, Al-Qard al-Hassan (AQAH).
Departemen Keuangan mengatakan telah memasukkan Ibrahim Ali Daher, Kepala Unit Keuangan Pusat Hizbullah ke daftar hitam.
Dia masuk daftar teroris global yang ditunjuk secara khusus bersama enam orang lainnya.
Baca juga: Menuduh Negara Teluk Bawa ISIS ke Arab, Menteri Luar Negeri Lebanon Mengundurkan Diri
Mereka dituduh menggunakan sampul rekening pribadi di bank-bank Lebanon untuk menghindari sanksi yang menargetkan AQAH.
"Hizbullah terus menyalahgunakan sektor keuangan Lebanon," kata Andrea Gacki, direktur Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan.
"Mereka menguras sumber daya keuangan pada saat yang mengerikan ini," tambahnya.
Baca juga: Rusia Dukung Perdana Menteri Saad Hariri, Bentuk Pemerintahan Baru Lebanon, Akhiri Kebuntuan Politik
Departemen Keuangan AS juga memasukkan sejumlah nama terkait Hizbullah dan perusahaannya dalam daftar hitam.
Mereka terdiri dari Ahmad Mohamad Yazbeck, Abbas Hassan Gharib, Wahid Mahmud Subayti, Mostafa Habib Harb, Ezzat Youssef Akar, dan Hasan Chehadeh Othman.
AS membekukan aset apa pun yang mereka miliki.
Warga Amerika juga dilarang untuk berurusan dengan mereka.
Mereka yang terlibat dalam transaksi tertentu dengan individu yang ditunjuk juga berisiko terkena sanksi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelompok-hizbullah-dukungan-iran-di-lebanon.jpg)