Breaking News:

Positif Covid, Nova Tetap Pimpin Rapat

Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, dinyatakan positif Covid-19, usai melakukan tes swab PCR (polymerase chain reaction)

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/Handover
Muhammad Iswanto SSTP MM adalah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh. 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, dinyatakan positif Covid-19, usai melakukan tes swab PCR (polymerase chain reaction) pada Senin (31/5/2021) pagi. Gubernur positif covid dengan tanpa gejala (OTG). Meski demikian, gubernur tetap akan melakukan aktivitas harian seperti memimpin rapat dan memberi arahan kepada kepala SKPA melalui daring.  Hal itu dilakukan Gubernur sembari melakukan isolasi mandiri di kediamannya.

Sementara istri Nova, Dyah Erti Idawati, dinyatakan negatif Covid-19. "Alhamdulillah, Bapak sehat wal afiat. Kalau ibu negatif," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, menjawab Serambi, Selasa (1/6/2021).

Iswanto memastikan, selama ini Gubernur Nova mengikuti semua kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat. Semua kegiatan, baik formal maupun non-formal seperti menerima tamu dilakukan dengan menerapkan protkes yang ketat.

“Selama pandemi, Pak Gubernur memang rutin melakukan tes PCR setiap Senin pagi. Hal itu untuk memastikan Pak gubernur yang melakukan aktivitas dan berjumpa orang banyak dan beragam tidak terpapar. Artinya, Pak gubernur sudah menjaga diri dan lingkungannya dengan baik agar tidak terpapar Covid,” jelas Iswanto.

Meski terpapar Covid, sambungnya, namun Gubernur tetap akan melakukan aktivitas harian seperti memimpin rapat dan memberi arahan kepada pimpinan SKPA melalui daring. Hal itu dilakukan Gubernur sembari melakukan isolasi mandiri di kediamannya. "Semua kegiatan pemerintahan insya Allah akan berlangsung seperti biasa. Pak Gubernur tetap akan memimpin rapat, melalui daring tentunya," timpalnya.

Iswanto menambahkan, Gubernur menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Aceh agar terus menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan demikian, warga bisa terhindar dari paparan Covid-19. Apalagi, saat ini kasus Covid di Aceh terus bertambah. "Dengan kesadaran bersama, Insya Allah kita bisa terhindar dari paparan Covid-19. Mohon kita semua bisa disiplin menerapkan protkes," pungkas Iswanto.

Sebelumnya Gubernur sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/9772 tentang Pembatasan Pertemuan Tatap Muka di Lingkungan Pemerintah Aceh dalam Upaya Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Aceh. Surat tertanggal 27 Mei 2021, itu ditujukan kepada Sekda Aceh, Asisten Sekda Aceh, Staf Ahli Gubernur, kepala SKPA, dan para kepala biro Setda Aceh.

"Dalam upaya pengendalian jumlah kasus Covid-19, di Aceh, kami sampaikan kepada saudara agar aktivitas pertemuan/rapat dalam ruangan tertutup dilaksanakan dengan pembatasan jumlah peserta disesuaikan kapasitas ruangan dengan ketentuan sebagai berikut," demikian salah satu poin Surat Edaran itu.

Poin-poin ketentuan tersebut di antaranya, jarak duduk harus minimal dua meter antar para peserta, peserta harus menggunakan masker, sebelum masuk ruang dicek suhu dan mencuci tangan/hand sanitizer, waktu pertemuan/rapat maksimal 60 menit, serta tidak menyuguhkan makanan dan minuman kecuali untuk dibawa pulang peserta. Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan akan ada sanksi bagi yang melanggar.

Hadiri pertemuan di Jantho

Sehari  sebelum dinyatakan positif Covid-19, Gubernur Acehyang juga Ketua Partai Demokrat Aceh menghadiri pertemuan dengan ketua partai politik (parpol) di Kota Jantho, Aceh Besar, Minggu (30/5/2021). Kegiatan yang digagas Ketua PAN Aceh, Mawardi Ali, yang juga Bupati Aceh Besar, itu berlangsung di Pendopo Bupati setempat.

Selain Nova dan Mawardi, hadir dalam pertemuan itu Ketua PKS Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf, Ketua Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil, Ketua Partai Golkar Aceh, TM Nurlif, Ketua PDIP Aceh, Muslahuddin Daud, Ketua PKPI Aceh, Hendri Yono, Ketua Hanura Aceh, Ibnu Rusdi, dan Ketua Umum PDA, Tgk Muhibussabri A Wahab. Tgk Muhib merupakan satu-satunya perwakilan partai lokal dalam acara tersebut.

Selain ketua partai, ikut pula beberapa pengurus partai NasDem dan PDIP yang mendampingi ketua partai masing-masing. Foto pertemuan tersebut tersebar luas di media sosial. "Cuma silaturahmi. Halal bihalal," kata Ketua PDIP Aceh, Muslahuddin Daud, menjawab Serambi, Sabtu (30/5/2021) malam.

Muslahuddin mengaku, tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuan langka tersebut. Ia menyatakan bahwa itu merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh.

Setelah melakukan pertemuan di Pendopo Bupati Aceh Besar, para ketua partai itu melihat lokasi kebun milik Mawardi Ali yang diolah menjadi sawah di Jantho. "Yang dibahas potensi pengembangan objek wisata di sekitar Krueng Jantho. Setelah itu makan siang di Rumoh Aceh," demikian Muslahuddin. (mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved