Sering Dijumpai Pada Pria, Ini Penyebab dan Gejala Hiperseksualitas Serta Cara Pencegahannya
Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.
SERAMBINEWS.COM - Aktivitas seks pada dasarnya merupakan sesuatu yang normal dan bagian dari kehidupan yang sehat.
Akan tetapi, jika sudah berlebihan hingga sulit dikendalikan, maka bisa dikatakan sudah mengalami gangguan perilaku seksual atau yang disebut hiperseksualitas.
Menurut Mayo Clinic, seseorang yang mengalami hiperseksualitas atau kecanduan seksual biasanya akan melakukan atau memikirkan tentang seks secara berlebihan.
Orang yang mengalami hiperseksual juga akan merasa asyik secara berlebihan dengan fantasi seksualnya, sehingga membuat dorongan dan perilakunya menjadi sulit dikendalikan.
Termasuk terlibat dalam aktivitas seperti pornografi, masturbasi, dan seks dengan banyak pasangan.
Hal ini bisa mengakibatkan orang tersebut merasa tertekan di berbagai bidang kehidupan termasuk pekerjaan dan hubungan.
Bukan hanya merugikan diri sendiri, perilaku hiperseksual ini juga bisa membahayakan orang lain.
Ketika perilaku seksual menjadi fokus utama dalam hidup seseorang, sulit dikendalikan, dan mengganggu atau berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain, maka dapat dianggap sebagai perilaku seksual kompulsif.
Menurut Mayo Clinic, hiperseksualitas bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita.
Baca juga: 5 Langkah Supaya Gairah Seks Tidak Menurun, Jaga Makanan Hingga Olahraga
Akan tetapi, perilaku ini biasanya sering ditemukan pada pria.
Berikut adalah penyebab serta gejalanya.
Penyebab
Dilansir dari Patient.info, penyebab perilaku hiperseksual masih belum dipahami dengan baik.
Namun, kecanduan seks dan hiperseksualitas terkadang dapat disebabkan oleh pengalaman traumatis, tekanan, atau penyakit mental, seperti gangguan bipolar .
Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.
Perilaku seksual berisiko tinggi juga dapat dikaitkan dengan masalah keluarga dan stres sosial.
Sementara itu, menurut Mayo Clinic, ada beberapa hal lain yang berkemungkinan bisa memicu perilaku tersebut.
Beberapa hal itu termasuk:
1. Ketidakseimbangan bahan kimia otak alami
Bahan kimia tertentu di otak (neurotransmitter) seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin membantu mengatur suasana hati.
Baca juga: Begini Cara Tingkatkan Kualitas Seks Suami Istri Agar Makin Mesra dan Bahagia
Ketidakseimbangan bahan kimia yang terlalu tinggi juga bisa memicu perilaku seksual kompulsif.
2. Perubahan jalur otak
Perilaku seksual kompulsif mungkin merupakan kecanduan yang, seiring waktu, dapat menyebabkan perubahan pada sirkuit saraf otak, terutama di pusat penguatan otak.
Seperti kecanduan lainnya, konten dan stimulasi seksual yang lebih intensif biasanya diperlukan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan kepuasan atau kelegaan.
3. Kondisi yang memengaruhi otak
Penyakit atau masalah kesehatan tertentu, seperti epilepsi dan demensia, dapat menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang memengaruhi perilaku seksual.
Selain itu, pengobatan penyakit Parkinson dengan beberapa obat agonis dopamin dapat menyebabkan perilaku seksual kompulsif.
Selain beberapa hal di atas, faktor-faktor lain seperti kemudahan akses ke konten seksual juga mendorong perilaku tersebut.
Kemajuan teknologi dan media sosial memungkinkan akses ke citra dan informasi seksual yang semakin intensif.
Selain itu, penyalahgunaan alkohol atau narkoba, kondisi kesehatan mental serta konflik keluarga juga bisa memicu kondisi hiperseks.
Baca juga: Materi Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Diduga Mengandung Pelecehan Seks dan Pelanggaran HAM
Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini 6 Kebiasaan yang Meningkatkan Kualitas Seks, Suami Istri Makin Bahagia
Gejala
Melansir laman Mayo Clinic, seseorang bisa dikatakan mengalami hiperseksualitas jika secara konsisten berperilaku:
1. Berfantasi, punya dorongan, dan perilaku seksual yang berulang dan intens yang menghabiskan banyak waktu dan merasa seolah-olah itu di luar kendali.
2. Merasa terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu, merasakan pelepasan ketegangan sesudahnya, tetapi juga merasa bersalah atau menyesal.
3.Tidak berhasil mencoba mengurangi atau mengendalikan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual.
4. Menggunakan perilaku seksual kompulsif sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau stres.
5. Terus terlibat dalam perilaku seksual yang memiliki konsekuensi serius, seperti potensi untuk mendapatkan atau memberi orang lain infeksi menular seksual, kehilangan hubungan penting, masalah di tempat kerja, ketegangan keuangan, atau masalah hukum.
6. Mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dan stabil.
Pencegahan
Karena penyebab perilaku seksual kompulsif tidak diketahui, maka masih belum ada langkah pasti untuk pengobatan atau pencegahannya.
Tetapi beberapa hal dapat membantu menjaga jenis perilaku ini tetap terkendali, yaitu:
1. Dapatkan bantuan lebih awal untuk masalah dengan perilaku seksual
Mengidentifikasi dan mengobati gejala awal dapat membantu mencegah perilaku seksual kompulsif menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu atau pelecehan menjadi spiral rasa malu, masalah hubungan dan tindakan berbahaya.
2. Carilah pengobatan dini untuk gangguan kesehatan mental
Perilaku seksual kompulsif dapat diperburuk oleh depresi atau kecemasan.
3. Identifikasi dan cari bantuan untuk masalah penyalahgunaan alkohol dan narkoba
Penyalahgunaan zat dapat menyebabkan hilangnya kontrol dan ketidakbahagiaan.
Ini dapat menyebabkan penilaian yang buruk dan dapat mendorong Anda ke arah perilaku seksual yang tidak sehat.
4. Hindari situasi berisiko
Jangan membahayakan kesehatan Anda atau orang lain dengan menempatkan diri Anda dalam situasi di mana Anda akan tergoda untuk melakukan praktik seksual yang berisiko. (Serambinews.com/Yeni Hardika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kewalahan-dengan-tingginya-nafsu-bercinta-sang-suami.jpg)