Rabu, 8 April 2026

Tausiah

Gembleng Mental Tahanan, Polres Lhokseumawe Gelar Siraman Rohani

Dalam tausiyahnya, Ipda Faisal menyampaikan semua tahanan yang ada disini adalah bukti cinta kasih sayang Allah SWT dan Rasul-Nya bagi semua hambanya

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZAKI MUBARAK
Sebanyak 23 orang tahanan nampak dengan serius mendengarkan dalam sel Mapolres Lhokseumawe oleh Kasiwas Ipda Faisal untuk memberi tausiyah kepada tahanan Polres setempat, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Guna menumbuhkan kesadaran dan menyesali perbuatan para tahanan dalam sel Polres Lhokseumawe secara rutin mendapat siraman rohani setiap hari Jumat.

Amatan suasana khidmat terlihat di lingkungan Rumah Tahanan (rutan) Polres Lhokseumawe.

Sebanyak 23 orang tahanan nampak dengan serius mendengarkan dalam sel Mapolres oleh Kasiwas Ipda Faisal untuk memberi tausiyah kepada tahanan Polres setempat.

Dalam tausiyahnya, Ipda Faisal menyampaikan semua tahanan yang ada disini adalah bukti cinta kasih sayang Allah SWT dan Rasul-Nya bagi semua hambanya untuk menjadi yang lebih baik.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Tahti, Iptu Zahaby menyampaikan, tausiyah ini merupakan bagian dari kegiatan binrohtal atau siraman rohani yang rutin dilaksanakan.

Jill Biden, Menjadi Ibu Negara Pertama Sejarah Modern AS Berulang Tahun ke-70

Wali Kota Subulussalam Reshuffle Puluhan Pejabat, Berikut Sejumlah Nama dan Jabatan

Gadis 14 Tahun Bunuh Diri Setelah Dirudapaksa 5 Pria di Kuburan, Pelaku Rekam Aksi Bejatnya

"Kegiatan ini rutin satu minggu sekali digelar setiap hari Jumat kepada para tahanan di Mapolres," katanya.

Selain untuk memberikan tausiyah, kegiatan binrohtal juga diisi dengan siraman agar parah tahanan bisa merenungkan kembali apa yang kesalahan yang pernah mereka lakukan.

"Dengan kegiatan binrohtal ini diharapkan agar mereka yang saat ini berstatus sebagai tahanan karena melakukan tindak pidana bisa mendapatkan siraham rohani," jelas Kasat Tahti.

Sehingga sambungnya, diharapkan nantinya bisa lebih baik dalam mental spritualnya dengan tetap bersandar kepada Allah SWT untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

"Kemudian juga bisa menyadarkan para tahanan supaya ke depannya tidak akan lagi mengulangi perbuatan yang telah dilakukan," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved