Breaking News:

Video

VIDEO Lampung, Pelabuhan Terapung di Sungai Sisa Peradaban Singkil Masa Lalu

seiring perkembangan zaman, ketika transportasi berpindah ke darat tinggal, kini hanya lampung milik Abdul Karim, yang tersisa di Desa Tanah Merah.

Laporan: Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Dahulu saat jalur transportasi masih menggunakan sungai, di Aceh Singkil banyak tersedia lampung yang merupakan warung terapung dengan fungsi layaknya pelabuhan.  

Namun seiring perkembangan zaman, ketika transportasi berpindah ke darat tinggal, kini hanya lampung milik Abdul Karim, yang tersisa di Desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.  

Bangunan lampung berukuran kira-kira 10 x 25 meter dan berkonstruksi terbuat dari kayu dengan atap rumbia.  

Dulunya lampung juga dimanfaatkan warga untuk sekedar singgah minum kopi dan bahkan menginap untuk keesokan harinya melanjutkan perjalanan melalui jalur sungai.  

Bagi nelayan, lampung merupakan tempat tambatan perahu sebelum berangkat maupun pulang menangkap ikan.  

Di lampung itu pula nelayan menjual hasil tangkapan serta membeli kebutuhan selama berada di sungai.  

Lampung mengapung di atas sungai yang ditopang pelambung terdiri dari belasan batang kayu sebesar drum.  

Agar tidak hanyut terbawa arus, lampung diikat tali yang dipasang di tepian sungai.  

Narator: Ardiansyah
Video Editor: Hari Mahardhika

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved