Sabtu, 9 Mei 2026

Wawancara Khusus

Vaksin Merah Putih Paling Cepat Disuntikkan Tahun Depan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, memperkirakan Vaksin Merah Putih dapat disuntik ke masyarakat

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
LAKSANA TRI HANDOKO, Kepala BRIN 

Yang kedua vaksin itu belum tahu vaksin yang ada sekarang ini akan memiliki efikasi sampai berapa lama. Dan apakah itu akan bertahan semuanya. Semuanya masih emergency use. Ini tetap kita harus siap-siap. Pertama untuk booster kalau dan kemungkinan besar harus diulang semua orang.

Kalau memang ada yang masalah. Makanya sebabnya apapun platformnya, caranya, kita dukung semua. Karena penduduk kita sedemikian besar. Kita tidak bisa bergantung pada luar terus. Mau ada yang tahun depan jadi Alhamdulillah. Ada tim lain ada 2023 juga tidak masalah. 400 juta vaksin tidak kecil ya.

Apa yang menjadi pembeda Vaksin Merah Putih dengan vaksin yang ada?

Kalau vaksin semua sama untuk pencegahan. Beda teknologi, beda platform. Jadi ya vaksin kan banyak yang sama platform misal Pfizer beda dengan Astra Zeneca dan Sinovac. Sinovac sama misalnya dengan yang punya Unair. Tapi ya tidak apa-apa. LIPI dengan Eijkman sama-sama ya tidak apa-apa. Karena ada target gen yang berbeda. Semua harus kita lakukan. Karena kita belum tahu yang mana paing oke. Kalau ada mutasi kita harus siap punya kemampuan untuk modifikasi. Dan itu tidak bisa tergantung dengan luar.

Apa BRIN juga punya concern terhadap rapid test?

Kita tahun ini akan refocusing terkait dengan riset untuk mendukung penanganan Covid-19. Itu kita fokus hanya pada tiga hal, yang memang kebutuhan riil yang utama saat ini. Bukan berarti kita tidak mendukung yang lain, tidak begitu. Tapi tiga ini yang paling penting, yaitu riset untuk pengembangan vaksin Merah Putih, itu nomor satu. Kedua pengembangan alat deteksi Covid-19, alat untuk skrining Covid-19.

Ini sangat krusial juga, terutama kita ingin mencari yang lebih mudah, lebih mudah dipakai, dan kemudian lebih cepat. Yang tidak membutuhkan proses terlalu lama seperti halnya PCR misalnya, tapi cukup akurat. Kemudian ketiga adalah surveilans itu melalui Whole Genome Sequencing. Jadi akan kegiatan yang day by day, dan sangat masif, yang dipimpin oleh teman-teman Kementerian Kesehatan.

Dan kita memberikan support juga habis-habisan untuk ini. Karena ini sangat penting untuk memetakan, dan memitigasi perkembangan transmisi penularan Covid-19 ini di tanah air. Apalagi termasuk untuk melihat apakah ada potensi varian-varian baru Covid-19. (tribun network/denis destryawan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved