Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Warga Mohon Kepada Pemkab Aceh Timur agar Membangun Ruas Jalan Lokop-Meulidi

Warga empat desa di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, memohon kepada Pemkab Aceh Timur, agar membangun jalan

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kondisi ruas jalan Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi Lokop, menuju ke Desa Meulidi, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur sangat memperhatikan. Foto dikirim warga Minggu (6/6/2021) 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Warga empat desa di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, memohon kepada Pemkab Aceh Timur, agar membangun jalan yang mereka gunakan selama ini dari Kecamatan Simpang Jernih, ke Kecamatan Serbajadi Jadi Lokop.

Warga empat desa dari Simpang Jernih tersebut, yakni dari Desa Tampor Bor, Tampor Paloh, Meulidi, HTI Ranto Naro, yang selama ini menggunakan jalan tak berbentuk sekitar 20 km menuju ke Pusat Kecamatan Serbajadi Jadi Lokop.

Jalan itu, selama ini mereka gunakan mengeluarkan hasil pertanian, dan berbelanja ke pusat kecamatan Lokop dengan berjalan kaki.

Sedangkan ke pusat kecamatan Simpang Jernih berjarak 15 km harus diakses naik boat dari sungai.

Baca juga: Ini 9 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Asia University Rankings 2021

Said Sarifudin, Keuchik Desa HTI Ranto Peureulak, mengatakan, tahun 1996 ruas jalan dari Desa HTI Ranto Naro, Kecamatan Simpang Jernih, menuju Desa Ujung Karang, Kecamatan Lokop, dibuka oleh PT TRD.

Saat itu juga dibuka pemukiman penduduk transmigrasi di sana.

Kemudian sekitar tahun 1999 mulai terjadi konflik di Aceh, kemudian PT TRD dan warga transmigrasi saat itu pindah, sehingga jalan tak terawat. 

Sampai saat ini, setelah Aceh damai, warga telah kembali bercocok tanam, dan menggunakan jalan ini ke Lokop berbelanja dengan jalan kaki.

Karena jalan belum pernah dibangun oleh Pemkab Aceh Timur.

"Karena itu, kami mohon kepada Pemkab Aceh Timur, agar membangun ruas jalan Simpang Jernih-Lokop, agar masyarakat di Simpang Jernih, mudah berbelanja dan mengeluarkan hasil pertanian," ungkap Said Sarifudin Keuchik Desa HTI Ranto Naro.

Baca juga: Perangkat Gampong di Pidie Ramai-ramai Disuntik Vaksin Sinovac

Harapan yang sama juga disampaikan Syarif Husin, petugas PLN rute Lokop-Melidi, agar membangun ruas jalan tersebut.

Karena sejak dibangun jaringan listrik tahun 2008 dari jaringan Lokop ke Meulidi.

Sampai saat ini jika ada gangguan jaringan mereka sangat susah untuk memperbaikinya, karena Kondisi jalan sangat memperihatinkan.

Seperti beberapa waktu lalu, saat mereka hendak menuju ke Desa Tampor, sepeda motor mereka jatuh ke sungai karena Jembatan kayu patah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved