Breaking News:

Internasional

Wartawan Wanita Al Jazeera Dilarang Masuk Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur

Wartawan wanita Al Jazeera, Givara Budeiri ditangkap oleh polisi Israel saat meliput demonstrasi di Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur.

Editor: M Nur Pakar
AFP/AHMAD GHARABLI
Wartawan Al Jazeera, Givara Budeiri, terlihat setelah dibebaskan dari kantor polisi di Jerusalem Timur pada Minggu (6/6/2021) 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Wartawan wanita Al Jazeera, Givara Budeiri ditangkap oleh polisi Israel saat meliput demonstrasi di Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur.

Dia kemudian dibebaskan, kemudian dilarang memasuki lingkungan itu selama 15 hari.

Budeiri tampak diserang oleh pasukan Israel saat ditangkap, dan peralatan krunya dihancurkan.

Dilansir AFP, Minggu (6/6/2021), wartawan Al Jazeera lain yang melaporkan dari Jerusalem Timur, Hoda Abdel Hamid mengatakan Budeiri mengenakan jaket pers.

Baca juga: Pemukim Yahudi Tetap Kampanyekan Penggusuran Warga Palestina di Jerusalem Timur

Bahkan, membawa kartu pers yang dikeluarkan Israel, tetapi dia ditangkap tanpa alasan yang jelas.

“Dia didorong, berlanjut saat dia mencoba mendapatkan kartu persnya dan saat juru kamera mencoba menjangkaunya, kameranya pecah,” kata Abdel Hamid.

"Kami berbicara dengan beberapa saksi dan mereka semua mengatakan tidak ada alasan untuk ketegangan semacam itu

"Tidak jelas mengapa mereka memutuskan untuk secara khusus mengejar Givara sementara ada jurnalis lain yang melakukan persis seperti yang dia lakukan," katanya. 

Wartawan wanita Al Jazeera, Givara Budeiri, saat ditangkap oleh polisi Israel di Jerusalem Timur.
Wartawan wanita Al Jazeera, Givara Budeiri, saat ditangkap oleh polisi Israel di Jerusalem Timur. (AFP/AHMAD GHARABLI)

Baca juga: Raja Abdullah II Sambut Baik Pembukaan Kembali Misi Diplomatik Palestina di Jerusalem

Seorang juru bicara Reporters Without Borders mengatakan:

“Ini jelas pelanggaran kebebasan pers, karena jurnalis ini dapat dikenali dengan jelas."

"Karena dia mengenakan rompi pers, dan ada keinginan yang jelas dari otoritas Israel untuk mencegah jurnalis melakukan pekerjaan mereka dan dari pelaporan di lapangan.”

Baca juga: Perang Hamas-Israel Memicu Persatuan Seluruh Warga Palestina, dari Jalur Gaza Sampai Jerusalem Timur

Serangan Israel menghancurkan sebuah bangunan di Jalur Gaza pada 15 Mei 2021 yang menampung kantor media Al Jazeera dan Associated Press selama konflik 11 hari.

Sebelumnya, video koresponden CNN Jerusalem Ben Wedeman yang dianiaya oleh pasukan Israel menjadi viral.

Bahkan, memicu kecaman lebih lanjut atas bagaimana jurnalis yang meliput konflik tersebut diperlakukan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved