Rabu, 29 April 2026

Aceh Harus Jadi Kiblat Nasional, Industri Pakaian Muslim

Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengatakan, pengembangan fashion muslim, khususnya yang berbasis wastra, menjadi perhatian Pemerintah Aceh

Tayang:
Editor: bakri
Foto Humas Pemerintah Aceh
Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Kick off Moslem Fashion Collaboration di Hotel Hermes Palace, Senin (7/6/2021). 

BANDA ACEH - Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengatakan, pengembangan fashion muslim, khususnya yang berbasis wastra, menjadi perhatian Pemerintah Aceh bersama Dekranasda. Selain untuk menambah nilai keunikan dalam persaingan pasar fashion Aceh secara global, tapi juga mampu memperkenalkan kekayaan ragam hias wastra Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Dyah saat membuka Kick Off Moslem Fashion Collaboration di Hotel Hermes Palace, Senin (7/6/2021). Kegiatan itu diprakarsai oleh Bank Indonesia berkerja sama dengan Dekranasda Aceh dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Banda Aceh. 

"Jika kita ingin menang, maka harus menggunakan kekuatan yang tidak dimiliki daerah maupun negara lain, yakni kekayaan ragam hias wastra Aceh pada setiap produk unggulan kita, dalam hal ini produk fashion dan kerajinan," katanya.

Dyah mengatakan, sudah saatnya Aceh mulai mengembangkan industri fashion muslim dan menjadi kiblat model pakaian muslim nasional. Karena menjadi hal wajar masyarakat Aceh yang notabene beragama Islam sudah memakai busana-busana muslim dalam keseharianya, dan Aceh satu-satunya provinsi mendeklarasikan penerapan Syraiat Islam.

"Kita berkomitmen penuh mendukung pengembangan industri fashion, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Aceh. Jangan hanya kampanye saja, tapi beli dan pakai. Cintai produk lokal, agar produk lokal bisa mendunia," ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia perwakilan Provinsi Aceh, dengan memfasilitasi kegiatan Program ‘Kick Off Muslim Fashion Collaboration’ tersebut. Kegiatan itu merupakan lanjutan dari program industri fashion muslim di Aceh di tahun 2021. Dengan  harapan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada perajin, penjahit, dan desainer guna mendukung pengembangan fashion di Aceh.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani mengatakan, kegiatan tersebut adalah langkah awal untuk mewujudkan cita-cita Aceh untuk menjadi salah satu kiblat fashion muslim di Indonesia.

Pengembangan industri fashion muslim di Indonesia khususnya Aceh memiliki potensi yang sangat besar dengan keanekaragaman budayanya. Melalui, keberagaman wastra yang dimiliki Aceh pengembangan bisnis fashion tersebut akan semakin menyemarakkan ide dan branding industri fashion muslim di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengharapkan dunia fashion Aceh bisa menjadi industri yang menjanjikan, tentunya dengan kualitas dan harga yang mampu bersaing di pasar global, dengan menciptakan produk berkualitas, yang mampu menyaingi brand luar negeri dengan melahirkan brand lokal yang berkulitas premium.(una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved