Breaking News:

Istri Curiga Lihat Suami Cuci Baju Dipenuhi Darah

Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur kembali melanjutkan sidang pemeriksaan saksi dalam kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Kecamatan Simpang

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Keuchik Simpang Jernih, warga, dan istri pelaku memberikan keterangan saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan ibu dan anak di Simpang Jernih, Aceh Timur, di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, Selasa (8/6/2021). 

IDI - Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur kembali melanjutkan sidang pemeriksaan saksi dalam kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Selasa (8/6/2021).

Sidang yang berlangsung secara virtual itu dipimpin oleh Hakim Ketua, Khalid SH beserta anggota, Reza Bastiar Siregar SH, dan Ike Ari Kesuma SH. Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur yakni Andi Zulanda SH, Ivan Najjar Alavi SH MH, Cherry Arida SH, Harry Arfhan SH, dan Iqbal Zaqwan SH.

Dalam sidang kemarin, JPU menghadirkan empat orang saksi diantaranya Keuchik Simpang Jernih, Andika. Kemudian, seorang warga yang melihat jenazah di dalam rumah, M Nasir, istri tersangka M Rizal yakni Cut Siti Rafisah, dan anaknya Rika.

Dalam keterangan di hadapan majelis hakim, Cut Siti Rafisah sempat curiga melihat suaminya mencuci baju yang dipenuhi darah di rumahnya, Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kemudian, pagi itu ia pergi ke tempat kerja untuk menyapu halaman Polsek. Setelah itu, dia pulang ke rumah, dan kemudian pergi lagi ke tempat warga pesta. "Sorenya saat saya pulang, dia sudah tidak ada di rumah. Pada Rabunya (17/2/2021), dia sudah ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan ini," ungkap Cut Siti.

Sepengetahuan Anda apakah selama ini antara pelaku (M Rizal) ada masalah dengan korban, tanya hakim? "Tidak ada masalah," ungkap Cut Siti Rafisah.

Keuchik Simpang Jernih, Andika ikut bersaksi dalam kasus pembunuhan berencana ini. "Saya mewakili masyarakat Simpang Jernih, berharap pelaku pembunuhan ini dihukum seadil-adilnya sesuai perbuatan yang mereka lakukan. Kami mohon setelah divonis kedua pelaku ditempatkan di Lapas di luar Aceh. Kami khawatir dia lari dan mencelakai lagi warga kami. Saat ini, pasca mereka ditangkap kehidupan masyarakat sudah tentram," ungkap Andika.

Dalam keterangannya sebelumnya, Keuchik Andika mengatakan, pihaknya tak menduga jika pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak adalah Rabusah dan M Rizal Sitorus. Saat itu, Jumat (12/2/2021) usai shalat Jumat, pelaku Rabusah duluan ditangkap Polsek atas pengaduan masyarakat terkait kasus pengancaman.

Mengetahui Rabusah ditangkap, kemudian M Rizal melarikan diri ke Besitang, Sumatera Utara dan ditangkap di sana. Setelah ditemukan jenazah Fatimah dan anaknya, Nadatul Afra, ungkap Keuchik, pihaknya mulai curiga dengan M Rizal yang tidak hadir. Sedangkan biasanya dia hadir setiap warga ada acara.

"Waktu itu, dia ngak hadir, apalagi kasus pembunuhan. Disitulah muncul kecurigaan kami terhadap M Rizal, hingga akhirnya dia ditangkap. Sebenarnya, M Rizal orang baik, tapi karena berteman dengan Rabusah sehingga dia ikut terlibat dalam pembunuhan itu," ungkap keuchik.

Sedangkan pelaku Rabusah, ungkap Keuchik, memiliki sifat arogan, dan suka mengeluarkan pisau jika bermasalah dengan warga. Bahkan dia sudah pernah menjalani hukuman penjara karena kasus penganiyaan terhadap warga. "Rabusah ini sering membuat keresahan bagi masyarakat. Kini, setelah dia ditangkap, keadaan di desa aman dan tentram," ungkap Keuchik.

Apa permasalahan antara pelaku Rabusah dengan korban? Tanya Hakim kepada Andika. "Setelah kami pelajari, korban adalah orang baik karena tidak bermasalah dengan siapapun. Informasinya korban ada utang dengan pelaku Rabusah tahun 2004. Tapi, utang itu sudah dilunasi anaknya, tapi kenapa pelaku tega membunuh korban, kami juga heran," ungkap Keuchik.

Mendengar pernyataan saksi bahwa terdakwa Rabusah sering membuat keresahan bagi masyarakat, majelis hakim menyarankan kepada keuchik agar ke depan jika ada lagi oknum warga yang suka bersikap preman agar dilaporkan ke Polsek, dan Polres. Sehingga, kejadian serupa yang menimbulkan korban tidak terjadi lagi. "Keuchik harus bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan warga," sebut majelis hakim.(c49)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved