Breaking News:

Polisi Amankan Dua Perambah Hutan, Bersama 115 Batang Kayu Olahan

Polres Bener Meriah mengamankan dua orang terduga perambah hutan saat melakukan patroli di kawasan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Personel Satreskrim Polres Bener Meriah memperlihatkan barang bukti kayu yang diamankan di Mapolres setempat, Selasa (8/6/2021) 

REDELONG - Polres Bener Meriah mengamankan dua orang terduga perambah hutan saat melakukan patroli di kawasan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (6/6/2021), sekira pukul 23.00 WIB. Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan kayu olahan jenis sembarang sebanyak 115 batang.

Kedua pelaku itu berinisial OK (20) dan S (26) yang merupakan warga Kabupaten Aceh Tengah. Saat diamankan polisi, keduanya sedang mengangkut kayu olahan tanpa dokumen dengan menggunakan mobil pikap. Kuat dugaan kayu-kayu itu merupakan hasil perambahan hutan lindung.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Dr Bustani SH MH, kepada Serambi, Selasa (9/6/2021), mengatakan, informasi awal tentang aktivitas ilegal loging itu awalnya diperoleh dari laporan masyarakat.

“Awalnya kita mendapatkan laporan dari masyarakat yang menyampaikan informasi bahwa ada kegiatan ilegal loging dalam hutan lindung di kawasan Samar Kilang,” ujar Bustani.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, pihaknya langsung bergerak untuk melakukan patroli rutin sekaligus membuktikan kebenaran informasi itu.

“Begitu kita cek ke lokasi, benar adanya kegiatan ilegal loging dan mendapatkan kegiatan masyarakat yang mengangkut kayu olahan tanpa dokumen dengan menggunakan mobil truk,” terang Iptu Bustani.

Warga yang diamankan itu, yakni OK dan S merupakan sopir dan kernet truk. Bersama mereka juga diamankan sebanyak 115 batang kayu olahan. “Pelaku sedang kita mintai keterangan, kemudian sedang kita lakukan pengembangan terkait kepemilikan kayu tanpa dokumen itu,” bebernya.

Untuk diketahui, perambahan hutan lindung memang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo (DTG). Padahal kegiatan ilegal ini sangat berdampak pada kerusakan lingkungan dan mulai meresahkan masyarakat.

Kasat Reskrim, Iptu Dr Bustani SH MH, menambahkan, dalam perkara ini tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Sementara terhadap pelaku yang diamankan, akan dikenakan Pasal 12, 87, UU 18 tahun 2013 terkait dengan Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

“Terhadap pelaku yang sekarang ini, kita kenakan Pasal 12, 87, UU 18 tahun 2013 terkait dengan pencegahan pemberantasan perusakan hutan (P3H) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” terangnya.

Namun untuk memastikan terkait pidana dimaksud, kata Bustani, tim harus membuktikan terlebih dahulu lacak balak ke tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu untuk memastikan dimana sumber kayu diperoleh, dan apakah berada dalam kawasan hutan atau di areal pengunaan lainnya.

“Sementara dugaan barang bukti yang disita ini diambil dalam kawasan hutan lindung. Untuk memastikan kejelasan, kita masih menunggu hasil tim yang melakukan lacak balak,” tutupnya.(bud)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved