Breaking News:

Video

VIDEO - Demo Tolak RUU Pajak di Kolombia Kembali Ricuh

Gelombang protes yang sudah berlangsung hampir 2 bulan, bermula dari upaya pemerintah yang ingin menerapkan undang-undang reformasi pajak sehingga mem

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, KOLOMBIA - Demonstrasi damai yang di lakukan rakyat Kolombia kembali pecah menjadi kerusuhan.

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah yang membawa pelindung buatan sendiri,  kembali bentrok dengan Polisi Anti huru-hara pada Rabu (9/6/2021) kemarin.

Sementara itu, negosiasi antara pemerintahan dibawah pimpinan Presiden Ivan Duque dan Komite Pemogokan Nasional menemui jalan buntu.

Kerusuhan yang meluas ini, dinilai oleh Human Rights Watch disebabkan "sejumlah pelanggaran berat oleh polisi".

Gelombang protes yang sudah berlangsung hampir 2 bulan, bermula dari upaya pemerintah yang ingin menerapkan undang-undang reformasi pajak sehingga memicu mogok nasional.

Selain itu, para pendemo juga menuntut pemerintah atas sejumlah kasus kekerasan oleh polisi terhadap para tokoh adat di wilayah.

Pembunuhan dilakukan oleh pihak kepolisian Kolombia dengan alasan para korban merupakan jaringan kelompok kartel narkoba dan pemberontak sayap kiri.

Baca juga: 81 Rohingya Dipindahkan ke Penampungan Pengungsi Sumut

Baca juga: VIDEO - Penampakan Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Bosphorus Turki

Baca juga: VIDEO Kisah Nek Khatijah di Aceh Timur tak Bisa Masuk Rumah Usai Jalan Tertutup Tembok dan Kios

Sejumlah pemimpin demo yang berkumpul di depan Hotel Tequendama, Kota Bogota sempat bertemu utusan sejumlah organisasi HAM.

Diantaranya adalah Anggota Inter-American Commission on Human Rights (IACHR) dan Mission to Support the Peace Process of the Organization of American States - MAPP/OAS yang hadir untuk memantau kondisi demontrasi dan mencatat sejumlah kekerasan berlebihan pihak kepolisian di negara tersebut. (Anadolu Agency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved