Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Aceh Tamiang Siapkan 500 Ha untuk Kembangkan Padi Organik

Pengembangan padi organik ini menjadi program utama Distabunak Aceh Tamiang dalam meningkatkan mutu dan pendapatan petani.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Yunus menunjukan contoh kemasan yang akan digunakan pada beras organik produksi petani Aceh Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang secara bertahap menyiapkan lahan 500 hektare untuk mengembangkan Padi organik

Pengembangan Padi organik ini memang menjadi program utama Distabunak Aceh Tamiang dalam meningkatkan mutu dan pendapatan petani.

Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus menjelaskan melalui program organik ini dengan sendirinya membantu petani memperbaiki sawahnya dari penggunaan pupuk kimia sintetis secara menerus yang berdampak menurunnya kualitas tanah.

“Sebelum digunakan untuk menanam organik, lahan tersebut akan dibenahi agar airasi tanah bisa diperbaiki dan diberi bahan penyubur,” kata Yunus, Minggu (13/6/2021).

Keuntungan lain dari program ini ialah terciptanya pangan sehat untuk masyarakat karena padi yang dikelola secara organik akan lebih aman dikonsumsi.

“Ketiga akan membantu peningkatan ekonomi masyarakat petani. Jadi motto pangan sehat alam lestari akan tercipta melalui program ini,” lanjutnya.

Baca juga: Jangan Asal Gowes, Ini Aturan Bersepeda di Jalan Raya dalam Peraturan Menhub Nomor 59 Tahun 2020

Baca juga: Bayi Tertukar di Rumah Sakit, Kedua Belah Pihak Adukan Pelayanan RS ke Pihak Berwajib

Baca juga: VIDEO - Anggota TNI AU Viral karena Suka Berbagi Tapi Tak Pamer Hingga Wajah Selalu Diblur

Baca juga: Tekuk Kroasia dengan Skor Tipis, Timnas Inggris Akhiri Kutukan Berusia 53 Tahun

Yunus mengungkapkan motivasi pengembangan 500 hektare lahan ini tak terlepas dari keberhasilan kelompok petani Serasi yang berhasil meraih sertifikasi beras organik dari LSO Indonesian Organic Farming Certification (Inofice), baru-baru ini. Sertifikasi ini merupakan yang pertama diterima petani padi organik di Aceh.

“Dampaknya membuat petani lain, termasuk Poktan Serasi akan menambah areal untuk mengembangkan padi organik,” sambungnya.

Tahapan pengembangan padi organik akan dimulai pada musim tanam gaduh bulan ini dengan melibatkan lima kelompok tani, yakni, Adilmakmur seluas lima 5 hektare, Tani Jaya (10 ha), Serasi (9 ha), Surya Tani (2 ha) dan Subur Jaya (4 ha).

Yunus memastikan hingga akhir tahun ini lahan yang digunakan untuk mengembangkan padi organik mencapai 100 hektare.

“Target kita hingga tahun depan 500 hektare, ini sedikit karena hamparan sawah kita mencapai 9.300 hektare,” ujarnya optimis.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved