Breaking News:

Internasional

Mesir Luncurkan Dua Satelit Tahun 2022, Siap Menjadi Markas Badan Antariksa Afrika

Mesir akan meluncurkan dua satelit pada tahun 2022 untuk penelitian ilmiah dan akurasi fotografi.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Peluncuran satelit ke ruang angkasa 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Mesir akan meluncurkan dua satelit pada tahun 2022 untuk penelitian ilmiah dan akurasi fotografi.

Salah satunya, NExSat-1, satelit ringan yang akan digunakan untuk penginderaan jauh dan penelitian ilmiah.

Khaled Abdel Ghaffar, Menteri Pendidikan Tinggi dan Penelitian Ilmiah Mesir, mengumumkan pada Sabtu (12/6/2021).

Dia mengatakan otoritas antariksa juga akan meluncurkan EgyptSat 2, berbobot 330 kilogram.

Dimana, akan menggunakan aplikasi sensor untuk akurasi fotografi dua meter dari luar angkasa.

Dilansir AFP, menteri mengungkapkan rencana itu di Forum Antariksa Eropa-Afrika yang diadakan di Lisbon, Portugal.

Mohamed El-Koosy, Kepala Badan Antariksa Mesir, juga hadir.

Baca juga: Badan Antariksa Eropa Buka Kesempatan Bagi Wanita Jadi Astronot

Abdel Ghaffar mengatakan Mesir juga akan menjadi tuan rumah markas Badan Antariksa Afrika, yang mencakup semua 54 negara di benua itu.

Badan Antariksa Mesir akan dilengkapi dengan peralatan dan teknologi ruang angkasa terbaru, tambahnya.

Badan Antariksa Afrika akan menjadi akselerator penting untuk kerja sama dengan Eropa, ujarnya.

Dia menambahkan Mesir tidak akan berusaha keras mempromosikan kerjasama multilateral dalam kegiatan ruang angkasa.

“Semua fasilitas dan infrastruktur untuk proyek luar angkasa tersedia di Mesir, dan kami siap menjadi mitra yang dapat diandalkan,” kata Abdel Ghaffar.

Dia mengatakan semua dukungan akan diberikan kepada Afrika untuk memanfaatkan teknologi luar angkasa dan aplikasinya.

Baca juga: Rusia Akan Mengirim Sistem Satelit Mata-mata Canggih ke Iran

Dia meminta Uni Eropa untuk membahas pembentukan Program Pelatihan Antariksa Eropa-Afrika di Mesir.

Dia berharap Mesir akan memberikan dukungan logistik penuh untuk program tersebut.

Sehingga, dapat memberikan kursus pelatihan tahunan untuk siswa dan peneliti Afrika.

Abdel Ghaffar mengatakan, bulan depan akan meluncurkan program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi 18 peneliti Afrika di berbagai bidang antariksa.

Badan Antariksa Mesir akan mendistribusikan perangkat satelit pendidikan di antara negara-negara Afrika

Dengan tujuan memberikan peneliti dan siswa pengalaman dan keterampilan teknis.

Sehingga, memungkinkan mereka untuk melakukan penelitian ruang angkasa lebih lanjut, katanya.

“Kami ingin mengubah Mesir menjadi pusat pelatihan, penelitian dan pengembangan luar angkasa," jelasnya.

"Kami akan mengadopsi dan mendorong pemuda Afrika untuk mengeksplorasi cakrawala baru dalam ilmu luar angkasa," harapnya.

Baca juga: China Meluncurkan Roket Kargo, Memasok Kebutuhan Astronot di Stasiun Luar Angkasa

"Mempersiapkan mereka untuk transformasi ekonomi digital, mengembangkan dan mendukung teknologi yang muncul," ungkapnya.

Dia berharapa akan mampu menyebarkan penggunaan citra satelit untuk mendukung kegiatan.

Khususnya di bidang pertanian, dan merangsang eksplorasi dan inovasi serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

"Dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup semua orang Afrika,” kata sang menteri.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved