Berita Aceh Tamiang
Aceh Tamiang Lelang Empat Jabatan, Wan Tanindo: Hindari Istilah 'Antar Pengantin'
Anggota DPRK Aceh Tamiang Muhammad Irwan atau lebih dikenal Wan Tanindo mengatakan hal ini perlu ia tekankan untuk menghindari kecurigaan adanya skena
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Anggota DPRK Aceh Tamiang Muhammad Irwan atau lebih dikenal Wan Tanindo mengatakan hal ini perlu ia tekankan untuk menghindari kecurigaan adanya skenario "antar pengantin".
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan sangat mengharapkan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) dilakukan transparan dan sesuai regulasi.
Anggota DPRK Aceh Tamiang Muhammad Irwan atau lebih dikenal Wan Tanindo mengatakan hal ini perlu ia tekankan untuk menghindari kecurigaan adanya skenario "antar pengantin".
"Seolah-olah diminati banyak calon, tapi ternyata hanya sebagai antar pengantin," kata Wan Tanindo, Senin (14/6/2021).
Istilah antar pengantin ini dijelaskannya sebuah skenario yang telah disusun dan disepakati untuk menempatkan salah satu calon untuk menduduki jabatan yang dilelang.
"Kesannya nepotisme, makanya kami akan mengawasi proses seleksi ini," tegasnya.
Baca juga: Jadwal Piala Eropa Dini Hari Nanti, Spanyol vs Swedia, Persiapan La Furia Roja Terganggu Covid-19
Baca juga: Ditinggal Kalina Oktarani tak Pulang ke Rumah, Vicky Prasetyo Akui Kangen dan Masih Sayang
Baca juga: China Kecam Pemimpin G7, Tuduh Beijing Bertindak Brutal di Xinjiang dan Hong Kong
Diketahui Pemkab Aceh Tamiang segera melakukan seleksi terbuka pengisian empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang hingga kini belum memiliki pejabat definitif.
Keempat dinas ini terdiri atas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Pendidikan Dayah, Kesbangpol dan Dinas Lingkungan Hidup.
Bupati Aceh Tamiang Mursil menjelaskan pelaksanaan proses seleksi terbuka ini hanya tinggal menunggu pengumuman lowongan jabatan.
“Sudah, nanti diumumkan dulu, hari ini juga,” kata Mursil, Senin (14/6/2021).
Dia menerangkan kekosongan jabatan empat dinas ini disebabkan alasan berbeda, misalnya Disdikbud disebabkan pejabat definitifnya meninggal dunia, Dinas Pendidikan Dayah karena pensiun dan pejabat Kesbangpol yang akan memasuki pensiun.
“Kalau DLH pejabatnya kemarin mengundurkan diri,” sambungnya.
Mursil berharap seleksi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh pegawai yang telah memiliki kecukupan syarat agar bisa menghasilkan pejabat yang memenuhi kriteria.
“Harapan kita tugas di pemerintahan terbantukan dengan kehadiran kepala dinas definitif. Ini sangat penting,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wan-tanindo-harap-seleksi-pejabat-transparan.jpg)