Sabtu, 2 Mei 2026

Luar Negeri

Sosok Naftali Bennett, Perdana Menteri Baru Israel yang Benci Palestina dan Dukung Pemukiman Ilegal

Politikus sayap kanan, Naftali Bennett, resmi menjadi perdana menteri Israel menggantikan Benjamin Netanyahu

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Jerusalem Post/ tangkapan layar
Naftali Bennett, sosok yang setuju untuk menggulingkan PM Benjamin Nethanyahu 

SERAMBINEWS.COM - Politikus sayap kanan, Naftali Bennett, resmi menjadi perdana menteri Israel menggantikan Benjamin Netanyahu setelah parlemen Knesset mengesahkan pemerintahan baru pada Minggu (13/6).

Berdasarkan perjanjian pemilihan umum, pemimpin koalisi pemerintahan baru, Yair Lapid dari partai Yesh Atid, akan memberikan kursi jabatan PM kepada Bennett selama dua tahun pertama.

Naftali Bennett resmi menggantikan 12 tahun pemerintahan PM Benjamin Netanyahu

Naftali Bennett dilantik sebagai perdana menteri baru Israel pada Minggu (13/6/2021).

Ia dikenal sebagai seorang Yahudi religius yang menghasilkan jutaan dolar di sektor hi-tech yang sebagian besar sekuler.

Ia juara gerakan pemukiman yang tinggal di pinggiran kota Tel Aviv, serta mantan sekutu Benjamin Netanyahu yang telah bermitra dengan partai-partai sayap kiri dan tengah untuk mengakhiri kekuasaannya selama 12 tahun.

Partainya yang ultranasionalis Yamina hanya memenangkan tujuh kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilihan Maret, suara keempat dalam dua tahun.

Dengan menolak untuk berkomitmen pada Netanyahu atau lawan-lawannya, Bennett memposisikan dirinya sebagai kingmaker.

Bahkan setelah salah satu anggota partai nasionalis keagamaannya meninggalkannya untuk memprotes kesepakatan koalisi baru, ia berakhir dengan kejayaan.

Dilansir Independent, inilah sosok serta perjalanan politik PM Israel Naftali Bennett.

Ultranasionalis dengan Koalisi yang Sekadarnya

Naftali Bennett resmi jadi perdana menteri Israel. (REUTERS/POOL)
Naftali Bennett resmi jadi perdana menteri Israel. (REUTERS/POOL) 

Bennett telah lama memposisikan dirinya di sebelah kanan Netanyahu.

Tetapi posisinya kini akan sangat dibatasi oleh koalisinya yang berat, yang hanya memiliki mayoritas sempit di parlemen dan mencakup partai-partai dari kanan, kiri dan tengah.

Bennett menentang kemerdekaan Palestina dan sangat mendukung pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur.

Hal itu dilihat oleh Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional sebagai hambatan utama bagi perdamaian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved