Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Aminullah Sampaikan Permintaan ke Menteri Koperasi dan UKM, Ini Harapan Wali Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan permintaan ke Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Tayang:
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: M Nur Pakar
Foto: Humas Pemko Banda Aceh
Pembukaan kegiatan Silabis ISMI yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan permintaan ke Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Dia berharap kios bagi para pedagang kaki lima, tempat pengemasan produk UMKM dan Pusat Layanan Usaha UMKM Terpadu dibangun di Kota Banda Aceh.

"Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kami mohon bantuannya kepada Bapak Menteri," kata Aminullah.

Dia berharap dapat dibangun kios bagi para pedagang kaki lima.

Tempat pengemasan produk UMKM dan juga Pusat Layanan Usaha UMKM Terpadu di Kota Banda Aceh.

"Semoga dapat menjadi pertimbangan dari Bapak Menteri, saya kira ini dapat menjadi solusi nyata untuk membuat masyarakat maju dan sejahtera," harapnya.

Baca juga: Muharizal Jabat Kasi Intel Kejari Banda Aceh Gantikan Mukhsin yang Kini Jabat Kabag Hukum Setdako

Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan pada kegiatan silaturrahim Ikatan Saudagar Muslim (ISMI) se-Indonesia, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (16/6/2021).

Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi cara dalam pemulihan ekonomi domestik di Kota Banda Aceh.

Terutama di masa pandemi ini, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momen yang tepat.

Untuk bersama-sama bergerak membantu pemerintah.

"Upaya pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata tidak bisa hanya kita berharap dari tangan pemerintah saja," ujarnya.

"Sudah waktunya semua pihak berpikir agar bagaimana Banda Aceh dapat segera bangkit dari keterpurukan," tambahnya.

"Roda perekonomian masyarakat harus kembali berputar, dan pariwisata kita dapat berkontribusi kembali," sebutnya.

Dikatakan, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang sharing terkait ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM di Kota Banda Aceh.

Disebutkan, yang paling penting kegiatan ini dapat menarik para Saudagar Muslim untuk berinvestasi di Banda Aceh.

"Iklim investasi di Banda Aceh juga sangat kondusif, kita akan mudahkan perizinan bagi para investor selama itu sesuai dengan kriteria yang kita tetapkan," katanya.

"Soal keamanan, saya jamin Banda Aceh benar-benar aman," ujarnya.

"Kota kami juga sangat toleran dan itu sudah menjadi kearifan lokal kita," kata Wali Kota Banda Aceh.

Ketua ISMI Aceh sekaligus Ketua Panitia Nasional dan Daerah, Nurchalis SP MSi menyampaikan Silaturrahim Bisnis Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia ini merupakan sebuah program yang digagas oleh ISMI.

Baca juga: Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Akan Segel Dua Salon Pelanggar Syariat Islam

Hal itu untuk melakukan pertemuan silaturrahim antara pengusaha-pengusaha se-nasional, tentunya saudagar-saudagar muslim.

"ISMI ini merupakan tempat perkumpulan-perkumpulan saudagar muslim seluruh Indonesia," kata Nurchalis.

Dia menambahkan pada periode ini kegiatan dilakukan di Aceh sebagai tuan rumah yang sudah dirancang jauh-jauh hari.

Dia menyebutkan beberapa yang dibahas dalam pertemuan ini.

Seperti cara meningkatkan produk-produk dan memperkenalkan teknologi untuk peningkatan produk tersebut.

Selanjutnya, menciptakan tourism dengan memperkenalkan wisata yang ada di Aceh.

"Bahwa Aceh layak untuk berinvestasi dari segi apapun. Tugas saya memperkenalkan Aceh layak untuk berinvestasi, layak untuk melakukan kerja sama bisnis dan lainnya," kata Nurchalis.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim yang menyampaikan laporan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Barsela.

Baca juga: Pemko Banda Aceh Ajak Warga Pakai Tas Belanja Ramah Lingkungan

Selanjutnya dilakukan tanda tangan kontrak dengan Ketua ISMI Pusat, DR Ing Ilham Akbar Habibie MBA.

"Apa maknanya ini, kami diminta untuk menghimpun bagaimana mengkolaborasi produk-produk itu dengan pemerintah," jelasnya.

Dikatakan, pemerintah sebagai pembina dan pihaknya sebagai pelaku ada sinergitas dalam program-program yang akan dijalankan.

"Apalagi ke depan ini kita harus mengejar ketertinggalan selama Covid, terutama sektor-sektor dunia usaha yang terpuruk," kata Nurchalis. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved