Berita Banda Aceh
Pengusaha Aceh Minta BSI Jangan Terkesan ‘Ganti Baju,’ Harus Sesuai Syariat Islam
Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin yang juga Direktur Utama PT Pasha Jaya Group mengharapkan Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak terkesan ‘ganti baju’.
Penulis: Misran Asri | Editor: M Nur Pakar
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS,COM, BANDA ACEH - Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin yang juga Direktur Utama PT Pasha Jaya Group mengharapkan Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak terkesan ‘ganti baju’.
Dia berharap dalam prakteknya tidak sama dengan bank konvensional, tetapi harus benar-benar sesuai syariat Islam.
Pengharapan itu diungkap oleh Awi, sapaan akrab Nahrawi Noerdin, saat berdiskusi dengan Chief Ekonomi BSI, Banjaran Surya Indrastomo di D’Energy Café, kawasan Lamsayuen, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Di samping itu pengharapannya BSI mampu menunjukkan kehadirannya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Aceh.
Baca juga: DPRK Minta Migrasi Nasabah BSI Ditunda Sementara
Hal lainnya dapat meningkatkan sistem IT yang mendukung layanan transaksi yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat dibandingkan bank konvensional.
Termasuk sebutnya, menyediakan semua produk layanan untuk dunia usaha seperti yang tersedia di bank-bank konvensional.
BSI sebut Awi juga dinilai penting memperkuat koneksitas dengan semua bank di kawasan regional dan internasional.
Untuk mendukung kemudahan-kemudahan bertransaksi bisnis serta mengupgrade mentalitas manpower atau sumber daya manusianya.
Sehingga, benar-benar memiliki mindset syariah dalam pelayanan kepada nasabah.
“Hal lainnya pengharapan kami menciptakan sistem pelayanan yang lebih simpel, efisien, dan efektif," harapnya.
"Bukan bertele-tele dan sangat birokratis. sehingga semua proses dapat berjalan cepat." tambahnya.
Baca juga: VIDEO Nasabah Tak Perlu Panik Jika Belum Migrasi ke BSI, Begini Penjelasan Wakil Dirut Utama 1 BSI
Keseluruhan poin-poin yang disebutkan itu hingga kini belum dirasakan oleh masyarakat Aceh.
"Jangankan lebih baik, menyamainya saja belum,” sebut Awi, kepada Serambinews.com, Rabu (16/6/2021)
“Ini berbahaya jika tidak segera diatasi, karena bisa memberi kesan negatif terhadap pengelolaan sistem ekonomi secara Islam,” pungkas Nahrawi Noerdin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/migrasi-bsi-99071.jpg)