Breaking News:

Jurnalisme Warga

Cara Mendaftarkan Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL

Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) adalah kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan secara terus-menerus, berkesinambungan, dan teratur

Editor: bakri
Cara Mendaftarkan Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Aceh Besar

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Aceh Besar

Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) adalah kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan secara terus-menerus, berkesinambungan, dan teratur.

Sebelum program PTSL, ada program Proyek Nasional Agraria (Prona) yang mirip dengan program PTSL. Prona dan PTSL adalah sama-sama pendaftaran tanah sistematik. Sistematik adalah pendaftaran tanah yang dilakukan serentak dalam satu desa yang mempunyai sistem yang terarah. Program ini sama-sama dibiayai oleh pemerintah untuk proses pembuatan sertifikatnya. Prona dikhususkan untuk masyarakat yang tidak mampu, sedangkan program PTSL dialoaksikan untuk semua masyarakat yang memiliki tanah di desa tempat dilakukan program PTSL. Termasuk semua tanah di desa diukur seperti tanah permukiman, kebun, sawah, fasilitas umum, fasilitas sosial, tempat ibadah, kantor, dan lain-lain.

“Pada masa Presiden Jokowi, program ini digenjot agar semua tanah terdaftar. Semenjak program PTSL dimulai tahun 2017 targetnya 5 juta bidang tanah, realisasinya mencapai 5 juta lebih di seluruh Indonesia. Tahun 2018, terealisasi 7 juta bidang. Tahun 2019 teralisasi 9 juta bidang. Tahun 2020-2021 lebih 9 juta bidang per tahun,” sebut Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Besar, Agusman, A. Ptnh.

Sebelum turun ke lapangan, para anggota yang tergabung dalam Tim PTSL melakukan rapat  dengan kepala kantor untuk menentukan “penetapan lokasi” (Penlok) PTSL. Penetapan lokasi ini melihat strategi yaitu: mendekat, merapat, dan menyeluruh sering disingkat dengan 3M, dari desa-desa sebelumnya yang pernah masuk sebagai desa program PTSL.

Dalam program PTSL harus menuntaskan satu desa, lanjut dalam satu kecamatan, baru kemudian berpindah ke desa lainnya pada kecamatan berikutnya. Jadi, misalkan tahun ini desa di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, tahun depan desa di Kecamatan Lembah Seulawah. Ini tak dapat dilakukan, karena tidak memenuhi kaidah 3M tadi. Kalau tahun ini Desa Ingin Jaya, maka desa berikutnya adalah desa tetangga dari Ingin Jaya.

“Sampai saat ini sudah ada 63 desa yang sudah dilakukan pengukuran. Target ATR/BPN tahun 2025, semua bidang tanah di Indonesia harus terdaftar. Ini program dari Presiden Jokowi,” ungkap Kakan BPN Aceh Besar.

Terlihat beberapa petugas BPN duduk berjejer di balai desa. Mereka adalah kepala kantor, ketua ajudikasi (Ketua PTSL), ketua bidang fisik (pengukuran), ketua bidang yuridis, petugas ukur, dan petugas yuridis. Hadir juga camat, para kepala desa, Babinsa, dan warga masyarakat. Hal ini sering dilakukan pihak BPN ketika akan melakukan program PTSL di sebuah kecamatan. Pertemuan tersebut memperkenalkan program PTSL, apa keuntungan dan kemudahan mengurus sertifikat melalui program PTSL.

Nah, setelah setuju, baru ada pertemuan dari tim PTSL dengan camat beserta keuchik setiap desa yang ada di kecamatan yang akan dilakukan program PTSL. Setelah semua setuju, pihak BPN mengadakan penyuluhan ke desa-desa yang ada di kecamatan yang masuk program tersebut. Biasanya dilakukan di tempat umum, seperti musala atau kantor desa. Dalam pertemuan itu pihak BPN menjelaskan apa itu PTSL, prosedurnya, dan sebagainya.

Setelah pertemuan tersebut, barulah dilakukan pemasangan banner yang isinya mengajak untuk ikut program PTSL. Pada program PTSL  ini petugas BPN lebih aktif jemput bola ke lokasi dibantu oleh perangkat desa. Tujuannya, agar seluruh tanah masyarakat segera terdaftar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved