Sabtu, 18 April 2026

AJI Lhokseumawe Gelar Nobar Film Dokumenter ‘KPK the End Game’

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe menggelar nonton bareng film dokumenter ‘KPK the EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi”

Editor: bakri
Foto Dok AJI Lhokseumawe
Pengurus AJI Lhokseumawe foto bersama dengan usai nobar film dokumenter KPK The End Game, Jumat (18/6/2021) malam. 

LHOKSEUMAWE – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe menggelar nonton bareng film dokumenter ‘KPK the EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi”. Nobar itu berlangsung di Aula Meurah Silue Kampus Pascasarjana Unimal Lancang Garam, Lhokseumawe, Jumat (18/6/2021) malam. 

Panitia menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.  Hampir semua undangan menonton film tersebut hingga tuntas sembari menyeruput kopi, menikmati kacang, dan jagung rebus yang disediakan panitia.

Usai nobar, Antropolog Unimal, Teuku Kemal Fasya, Aktivis antikorupsi, Muslem Hamidi, dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Lhokseumawe, Tgk M Rizwan Haji Ali memberikan testinomi terkait film dokumenter itu.

Selain para anggota AJI Kota Lhokseumawe, nobar film tersebut juga dihadiri Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr Danial bersama Dekan Fakultas Syariah, Muhammad Syahrial Razali Ibrahim PhD, dan Rektor Unimal Dr Herman Fithra diwakili Pembantu Rektor IV Dr Azhari. 

Kemudian, Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail diwakili Ketua Komisi I Faisal, Sekretaris Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Muzakkir Fuad, dan Ketua Umum bersama Ketua Harian Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Maimun Asnawi dan Armia.

Berikutnya, Pj Kepala Desa Lancang Garam Irfan Nurdin dan Sekretaris Tuha Peut Muzakkir Ibrahim, para aktivis mahasiswa, perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa, dan undangan lainnya.

Film karya Watchdoc Documentary Maker itu menampilkan cerita 16 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Mereka memberikan kesaksian bahwa TWK diskriminatif. Selain kesaksian tentang dugaan penyingkiran sejumlah penyidik KPK yang menangani kasus korupsi besar melalui jalur TWK, film tersebut juga menyajikan latar belakang kehidupan beberapa pegawai lembaga antirasuah itu.

Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Irmansyah mengaku, jumlah undangan dibatasi maksimal 60 orang lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan menonton film dokumenter tersebut, Ia berharap dapat terus mengobarkan dan merawat semangat antikorupsi. 

“Tentunya juga menolak segala upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi yang terjadi di masa awal lahirnya KPK hingga saat ini,” ujar Irmansyah didampingi Sekretaris AJI Kota Lhokseumawe, Jafaruddin.(zak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved