Cuaca Buruk
Cuaca Buruk, Nelayan Aceh Singkil Gagal Melaut
Nelayan yang bisanya berangakat lewat tengah hari memilih berada di rumah. Setelah mengecek cuaca dari pinggir laut.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil sepanjang Minggu (20/6/2021).
Kondisi itu menyebabkan nelayan di Kabupaten itu gagal melaut.
Cuaca buruk di tandai dengan angin kencang disertai hujan.
Kondisi itu memicu terjadinya gelombang tinggi. Sehingga membahayakan para nelayan.
Nelayan yang bisanya berangakat lewat tengah hari memilih berada di rumah. Setelah mengecek cuaca dari pinggir laut. "Tidak bisa berangakat anginnya kasar (kencang)," kata Saliman, nelayan di Singkil Utara.
Selain hujan angin, petir juga sejak pagi terus menggelegar.
• Viral Fenomena Matahari Terbit dari Utara, Ahli Sebut Hal Lumrah: Itu Penyebab Perubahan Cuaca
• Cuaca Buruk, Pasokan Ikan di Aceh Jaya Didatangkan dari Luar Daerah
Hujan tidak bisa meredakan ombak. Sebab intensitasnya sedang. "Biasanya ombak reda kalau hujan. Tapi hujannya kecil ombak makin menjadi," kata Nasrin nelayan di Singkil.
Kencangnya tiupan angin terasa menggetarkan rumah yang dekat dengan pinggir laut.
Bahkan atap rumah yang terbuat dari seng beberapa kali berbunyi keras akibat hembusan angin.
Angin berhembus dari arah Tenggara. Arah angin tersebut menurut kebiasaan nelayan berlangsung lama.
Dampak cuaca buruk juga dirasakan penyedia perahu wisata mancing di Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.
Biasanya pada hari Minggu kebanjiran pelanggan yang mancing ke muara Anak Laut. Namun cuaca tidak bersahabat wisatawan mancing urungkan niatnya sewa perahu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bhfhhfh.jpg)