Breaking News:

Internasional

Mesir Minta Pasukan Bayaran Asing Segera Hengkang dari Libya

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry telah menyerukan keluarnya pasukan bayaran asing dari Libya tanpa penundaan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/MAHMUD TURKIA
Penjinak bom dari Turki membersihkan ranjau di kawasan Salah al-Din, selatan Ibu Kota Tripoli, Libya pada 15 Juni 2020. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry telah menyerukan keluarnya pasukan bayaran asing dari Libya tanpa penundaan.

Hal itu disampaikan selama konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Libya, Najla Mangoush.

Shoukry menegaskan dukungan Kairo untuk Dewan Kepresidenan Libya selama masa transisi untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di Libya sampai pemilihan pada 24 Desember 2021.

Dia menegaskan kembali dukungan Mesir untuk otoritas eksekutif sementara Libya, seperti dilansir AFP, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Orang Kuat Libya Khalifa Haftar Poles Citra Politiknya Jelang Pemilu, Seusai Kalah di Medan Perang

Baca juga: Kanselir Jerman Minta Erdogan Tarik Pasukan Turki dari Libya

Dia mencatat telah membahas dengan Mangoush upaya untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di Libya, dan memajukan hubungan antara kedua negara.

Shoukry mengatakan pembicaraan dengan mitra Libya termasuk diskusi tentang persiapan konferensi tingkat menteri di Berlin.

Akan diselenggarakan oleh Jerman pada 23 Juni 2021.

Pertemuan itu akan membahas krisis Libya. Kedua menteri juga membahas persiapan untuk serangkaian pembicaraan damai Libya baru di Berlin.

Menlu Mesir mengatakan melalui konferensi ini, kedua belah pihak akan mengupayakan pembaruan komitmen masyarakat internasional di dalam dan di luar Libya.

Baca juga: Presiden Mesir Beri Dukungan ke Pemerintah Libya, Stabilitas Keamanan Harus Dapat Diwujudkan

Dia mengatakan penekanan barunya dan Magnoush memajukan kerangka kerja sama.

Bertujuan untuk mengakhiri campur tangan asing dan menjaga kemampuan rakyat Libya.

Sementara itu, mitra Libya-nya mengatakan:

"Kami membutuhkan dukungan Mesir dalam proses politik, untuk mencapai stabilitas dan gencatan senjata di Libya."

Magnoush menambahkan ada tanda-tanda harapan untuk penyatuan Libya setelah konferensi di Berlin.(*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved