Breaking News:

Luar Negeri

Setelah Gencatan Senjata, Kekerasan Israel terhadap Palestina Kembali Meningkat

Kekerasan Israel terhadap warga Palestina mulai meningkat semenjak pemerintah Israel yang baru terbentuk.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
AFP
Para pemuda Palestina melakukan demonstrasi saat pasukan khusus Israel melakukan operasi penangkapan di Jenin, Tepi Barat, Kamis (10/6/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Kekerasan Israel terhadap warga Palestina mulai meningkat semenjak pemerintah Israel yang baru terbentuk.

Melansir dari Anadolu Agency, Senin (21/6/2021) Kementerian Luar Negeri Palestina pada hari Minggu (20/6/2021) menyebut kekerasan Israel terhadap Palestina mulai kembali meningkat setelah Perdana Menteri Naftali Bennett terpilih mengantikan Benjamin Netanyahu.

"Ada kekerasan yang lebih keji dan besar dilakukan oleh pasukan Israel terhadap rakyat Palestina, semenjak pemerintahan baru Israel," pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina.

Kementerian mencatat bahwa serangan Israel ke Palestina mulai meningkat pada pemukiman di bawah pemerintahan baru.

Dengan serangkaian serangan yang dilakukan pasukan Israel pada pemukiman Tepi Barat.

Baca juga: Palestina Batalkan Pertukaran Vaksin Pfizer dengan Israel, Dosis Vaksin Segera Kedaluwarsa

Baca juga: Universitas BBG Serahkan Donasi untuk Palestina Rp 10 Juta, ACT Putar Video Kondisi Palestina

Palestina juga mengkritik pemerintah AS karena gagal menekan Israel untuk menghentikan agresinya.

"Pemerintah AS dan beberapa pihak internasional lebih memilih untuk menahan diri dari memberikan tekanan pada pemerintah baru Israel untuk menghentikan agresi dan pembangunan pemukiman," kata pernyataan itu.

Kementerian juga mengutuk rencana dewan pemukiman Israel untuk mengorganisir aksi unjuk rasa di Tepi Barat yang diduduki melawan apa yang mereka gambarkan sebagai ekspansi Palestina di area C.

Di bawah Kesepakatan Oslo 1995 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dibagi menjadi tiga bagian – Area A, B, dan C – dengan area C di bawah kendali administratif dan keamanan Israel sampai kesepakatan status akhir dicapai dengan Palestina.

Pekan lalu, Bennett mengatakan pemerintahnya akan mendukung pembangunan pemukiman di semua wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk wilayah yang diklasifikasikan sebagai wilayah C.

Baca juga: Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Yerusalem, Dituduh Lakukan Serangan Menabrak Mobil ke Pasukan

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved