Breaking News:

Berita Aceh Timur

Nelayan Diminta Tak Melewati Batas Negara Saat Melaut

Kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, kepada nelayan di Aceh Timur.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Nelayan bersama pejabat dari Ditjen PSDKP RI, disaksikan Anggota DPR RI, Muslim, menandatangani komitmen bersama tidak melewati batas negara lain saat menangkap ikan, di gedung Serbaguna, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (22/6/2021). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, melalui Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, melaksanakan sosialiasi pemberian pemahaman kepada nelayan, dan panglima laot di Gedung Serbaguna Idi, Aceh Timur, Selasa (22/6/2021).

Kegiatan yang dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Aiyub, dihadiri oleh, Anggota DPR RI Muslim, Plt Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP, Nugroho Aji, Koordinator Penanganan Barang Bukti dan Awak Kapal Ditjen PSDKP Afrizal, Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah, Kadis DKP Aceh, Aliman, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat membuka acara, Asisten II Aiyub, mengucapkan terimakasih kepada pihak Ditjen PSDKP RI, yang telah melaksanakan sosialisasi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, kepada nelayan di Aceh Timur.

Ucapan terimakasih juga disampaikan, kepada Muslim selaku Anggota DPR RI, yang telah memfasilitasi kegiatan yang dibutuhkan nelayan Aceh Timur, serta kepada Kemenlu, yang telah membantu beberapa kali proses pemulangan para nelayan Aceh Timur, yang terdampar di luar wilayah Indonesia.

Mengingat telah terjadi beberapa kali nelayan Aceh Timur ditangkap karena melewati batas laut Negara Indonesia, ungkap Aiyub, ini menjadi perhatian bersama baik pemerintah maupun nelayan.

“Terkadang kita selalu digoda oleh hal yang sebenarnya tidak ada. Orang selalu berkata, daerah orang lain ikannya enak, dan banyak daripada daerah kita. Tapi, kita lihat juga banyak orang luar negeri datang menangkap ikan di daerah ini, ini artinya, di daerah kita lebih banyak ikan dengan berbagai macam jenis, laut juga lebih luas, karena itu jangan menangkap ikan melewati batas laut Indonesia, yang dapat membawa musibah,” pinta Aiyub.

Baca juga: Kiper Persiraja Aji Bayu Sempat Pingsan Usai Hantam Tiang Gawang di Laga Ujicoba Lawan Tim PON Aceh

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Pejabat Aceh Soal Pengadaan Kapal Aceh Hebat, GeRAK Beri Tanggapan Menohok 

Baca juga: Tak Main-main, Crazy Rich Malang Sediakan Dana Unlimited untuk Belanja Pemain Arema FC

 “Sakitnya diperlakukan disana mungkin kita tahan. Tapi perlu diketahui bahwa, keluarga, anak dan istri kita, selalu menanti kepulangan kita, tapi kalau sudah musibah maka akan berurusan dengan hukum di Negara lain yang begitu repot,” ujarnya.

Sejauh ini, ungkap Aiyub, pemerintah selalu mengupayakan yang terbaik bagi nelayan yang terkena musibah, dan selalu berusaha untuk memulangkannya kembali.

“Silahkan mencari ikan di laut kita sendiri yang luas dan kaya. Selain itu, gunakan alat kita sebaik mungkin, karena laut juga ada batasnya seperti di darat, karenanya gunakan alat sebaik mungkin seperti GPS, peta laut, agar kita bisa mengontrol diri kita agar tidak melewati batas laut Negara lain,” pinta Asisten II, seraya meminta nelayan agar mematuhi peraturan dan taat kepada pimpinan.

Dalam kesempatan itu, pihak Ditjen PSDKP, Kadis DKP Aceh, dan nelayan, juga menandatangi komitmen bersama untuk tidak melewati batas perairan Negara lain.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved