Senin, 27 April 2026

Luar Negeri

Pemukim Yahudi Usir Keluarga Palestina di Yerusalem hingga Terjadi Bentrokan

Para pejabat mengatakan, bentrokan itu terjadi saat pemukim Yahudi berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina dari Yerusalem.

Editor: Faisal Zamzami
AP PHOTO/ARIEL SCHALIT
Petugas polisi Israel bentrok dengan pengunjuk rasa Palestina di dekat Gerbang Damaskus tepat di luar Kota Tua Yerusalem, Minggu (9/5/2021) malam waktu setempat. 

SERAMBINEWS.COM - Warga Palestina dan pemukim Yahudi terlibat bentrokan di Yerusalem, kata para pejabat, Selasa (22/6/2021).

Dikutip dari Channel News Asia, warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melempar batu, kursi, dan kembang api selama semalaman.

Para pejabat mengatakan, bentrokan itu terjadi saat pemukim Yahudi berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina dari Yerusalem.

Layanan darurat Bulan Sabit Merah mengatakan, anggotanya merawat 20 warga Palestina yang menjadi korban bentrokan tersebut.

Dilaporkan, 16 orang menderita sakit akibat semprotan merica dan gas air mata, dan dua orang terluka oleh peluru berlapis karet.

Dua orang lainnya terluka, termasuk seorang pria tua yang dipukul di kepala, kata Bulan Sabit Merah.

Dikatakan Bulan Sabit Merah, pemukim Yahudi bahkan sempat melemparkan batu ke salah satu ambulansnya.

Pasukan Israel juga menyemprotkan air air sigung ke ambulans kedua milik layanan tersebut.

Baca juga: Setelah Gencatan Senjata, Kekerasan Israel terhadap Palestina Kembali Meningkat

Baca juga: Usai Tentara Israel Tembak Dokter Wanita Palestina Dr Mai Afana, Mobilnya Ditemukan di Tebing

Diketahui, ledakan kekerasan tersebut adalah gesekan terbaru di Sheikh Jarrah, di mana sebelumnya terjadi kerusuhan selama berminggu-minggu di wilayah ini.

Yakni perang 11 hari Israel-Hamas bulan lalu yang turt menarik perhatian internasional.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei 2021, tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.

Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat.

Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.

Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga-keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.

Israel merebut Yerusalem timur, rumah bagi situs-situs suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim, dalam perang 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Israel memandang seluruh kota sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Para pemukim mengatakan rumah-rumah itu dibangun di atas tanah yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi sebelum perang 1948 seputar penciptaan Israel.

Hukum Israel mengizinkan orang Yahudi untuk merebut kembali properti tersebut, hak yang ditolak bagi warga Palestina yang kehilangan tanah dan rumah dalam konflik yang sama.

Baca juga: VIRAL Wanita Usia 23 Tahun Ini Jadi Kepala SD, Sudah Setahun Menjabat, Begini Kisahnya

Baca juga: VIDEO - Suami Nangis Sambil Berdoa, Bahagia Istri Beri Kejutan Hamil di Penantian 7 Tahun

Baca juga: Polisi Tangkap Rombongan Pengantar Jenazah yang Aniaya Sopir Truk, Satu Pelaku Anak Almarhum

Tribunnews.com dengan judul Bentrokan di Yerusalem, Pemukim Yahudi Berusaha Usir Keluarga Palestina, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved