Internasional
Kritikus Otoritas Palestina, Calon Anggota Parlemen Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Seorang kritikus Otoritas Palestina (PA) yang menjadi kandidat dalam pemilihan parlemen yang dibatalkan awal tahun ini meninggal dunia,
SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Seorang kritikus Otoritas Palestina (PA) yang menjadi kandidat dalam pemilihan parlemen yang dibatalkan awal tahun ini meninggal dunia,
Dia menghambuskan nafas terakhir setelah pasukan keamanan Palestina menangkapnya dan memukulinya dengan tongkat besi pada Kamis (24/6/2021), kata keluarganya.
Nizar Banat merupakan seorang kritikus keras PA, yang mengatur bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki Israel.
Dia telah meminta negara-negara Barat untuk menghentikan bantuan karena otoritarianisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
Awal pekan ini, aktivis terkemuka lainnya ditahan oleh PA semalam setelah mengkritiknya di Facebook.
Tindakan keras terhadap perbedaan pendapat terjadi ketika PA yang didukung internasional menghadapi serangan balasan dari orang-orang Palestina.
Mereka melihat PA semakin korup dan otokratis, sebuah manifestasi dari proses perdamaian tiga dekade yang belum menghasilkan negara merdeka.
Baca juga: Otoritas Palestina Tangkap Aktivis, Tebar Kritikan Keras di Media Sosial
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang terpilih untuk masa jabatan empat tahun pada 2005, tidak banyak menunjukkan hasil.
Setelah lebih dari satu dekade berkoordinasi erat dengan Israel.
Pemimpin berusia 85 tahun itu tidak berdaya untuk menghentikan perluasan pemukiman Yahudi.
Penghancuran rumah , penggusuran di Jerusalem dan serangan militer Israel yang mematikan.
Bahkan, sebagian besar diabaikan selama kerusuhan baru-baru ini di Jerusalem dan perang Gaza 11 hari.
Namun negara-negara Barat memandang PA sebagai mitra kunci untuk membangun kembali Gaza, yang diperintah oleh kelompok Hamas, dan akhirnya menghidupkan kembali proses perdamaian yang hampir mati.
Baca juga: Momen Emosional Keluarga Palestina-Jordania Bertemu di Seberang Sungai, Setelah 24 Tahun Berpisah
Ammar Banat, sepupu almarhum, mengatakan sekitar 25 pasukan keamanan Palestina menyerbu rumah tempat Nizar tinggal, meledakkan pintu dan jendela.
Mereka memukuli Nizar dengan sebatang besi dan menyemprotkan merica ke matanya sebelum menanggalkan pakaiannya dan menyeretnya pergi, kata Ammar kepada stasiun radio lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kritikus-otoritas-palestina-nizar-banat.jpg)