Senin, 1 Juni 2026

Berita Aceh

Masa Rawat Pasien Covid-19 Relatif, Sembuh Tambah 111 Orang

pasien Covid-19 di Aceh sembuh lagi 111 orang, dan enam orang dilaporkan meninggal dunia

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masa rawatan penderita Coronavirus Disease 2919 (Covid-19) masih sangat relatif.

Para ahli di berbagai negara terus meneliti misteri di balik virus corona, termasuk long covid yang dialami para penyintas Covid-19.

Sementara itu, pasien Covid-19 di Aceh sembuh lagi 111 orang, dan enam orang dilaporkan meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Jumat (25/6/2021).

“Misteri masih berkelindan di seputar virus corona dan penyakit, Covid-19, yang ditimbulkannya,” tutur pria yang akrab disapa SAG itu.

Baca juga: Update Covid-19 Aceh, Hingga 24 Juni Jumlah Pasien Meninggal 756 Orang

Ia mengatakan, di tengah-tengah pandemi yang belum reda ini muncul keluhan gejala jangka panjang setelah seseorang dinyatakan negatif Covid-19, alias sembuh. 

Istilah yang digunakan para pakar masih beragam. Ada yang sebut sidroma pasca Covid, Covid kronik, dan banyak juga yang sebut Long Covid.

Bagi dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur.

Istilah long covid tidak hanya menggambarkan gejala Covid-19 yang dirasakan pasien yang telah negatif hasil swab test PCR.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh Singkil - Kasus Corona Bertambah Empat Orang

Melainkan juga pasien Covid-19 yang masih positif dan perlu perawatan lebih lama, seperti ditulis laman rumah sakitnya (30/10/2020).

Terkait masa perawatan pasien Covid-19, lanjut SAG, menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO,  80 persen penderita Covid-19 hanya mengalami gejala ringan dan bisa sembuh dalam waktu 2-3 minggu setelah terkonfirmasi Covid-19.

Sisanya bisa mengalami gejala spesifik dengan masa penyembuhan lebih lama. Kasus-kasus spesifik itu juga lazim di temukan di tanah air.

Seorang tenaga kesehatan berinisial S di Bayuwangi, Jawa Timur, harus dirawat selama empat bulan.

"Pasien tanpa gejala itu baru dinyatakan sembuh setelah hasil uji swab dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang ke-10 dan 11-nya negatif,"  kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Bayuwangi, dr Widji Lestariono kepada awak media (11/7/2020).

Baca juga: 3 Gejala Utama dan 6 Gejala Subtipe Virus Corona, Ini yang Harus Dilakukan Bila Terpapar Covid-19

Pasien OTG (orang tanpa gejala) lainnya berinisial AN di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang, Rahma menyampaikan kepada awak media (14/7/2020) anak umur 12 tahun itu membutuhkan masa perawatan 75 hari.

Ia  dinyatakan sehat setelah swabnya yang ke-18 dan ke-19 hasilnya negatif.

Ternyata, jumlah swab juga relatif, tambah SAG. Menurut Prof Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, tidak ada batas minimal swab pasien Covid-19. Setiap pasien berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhannya. 

Selanjutnya, SAG mengatakan, kasus-kasus spesifik seperti itu patut disosialisasikan agar masyarakat tidak panik bila mengalami “long covid”.

Pada sisi yang lain, masyarakat juga tidak memberikan stigma yang aneh-aneh terhadap penderita Covid-19 yang mengalami gejala spesifik, seperti mengait-kaitkan dengan roh halus, atau sesuatu yang gaib lainnya.

“Tuai amal mendukung kesembuhan pasien Covid-19, bukan menabur stigma yang menzalimi dan menuai dosa. Kita berikhtiar dengan menjalankan protokol Kesehatan sembari berdoa kepada Allah SWT untuk mendapat perlindungan-Nya,” tutur SAG. (*)

Baca juga: Istri Nelayan Aceh Utara Menangis Tiap Anak Tanya Ayahnya, Padahal Dipenjara Akibat Tolong Rohingya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved