Jumat, 17 April 2026

Internasional

Pakar Penyakit Menular AS, Anthony Fauci Ditelanjangi, Setelah Dikirimi Bubuk Putih Misterius

Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci mendapat kiriman bubuk putih misterius pada musim panas lalu.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Bloomberg
Dr Anthony Fauci menggelar konferensi pers tentang virus Corona di Gedung Putih pada 19 November 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci mendapat kiriman bubuk putih misterius pada musim panas lalu.

Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular itu dilaporkan dikirimi surat berisi bubuk putih yang "benar-benar meledak di wajahnya," tulis media Politico, Kamis (24/6/2021).

Hal itu sesuai pratinjau buku baru Skenario Mimpi Buruk oleh Yasmeen Abutaleb dan Damian Paletta.

Fauci percaya zat putih misterius menjadi salah satu dari tiga hal: lelucon untuk menakut-nakuti dirinya.

Dimana, virus antraks akan membuatnya sakit parah tetapi mungkin dia tetap bertahan hidup.

Atau juga risin, yang akan membuatnya menjadi "bebek mati".

Baca juga: Anthony Fauci Mengaku Sering Dimarahi Donald Trump

Untungnya, pengujian kimia kembali negatif untuk antraks dan risin.

Tetapi tidak sebelum Fauci disemprot ke pakaiannya di laboratorium kimia.

Dia harus berdiri telanjang di tempat yang tampak seperti kolam anak-anak dan timnya menunggu hasil.

Kutipan Skenario Mimpi Buruk yang dilaporkan sebelumnya mengungkapkan Donald Trump pernah bercanda.

Covid-19 akan "menghabisi" mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.

Bahkan telah mengusulkan rumah pasien Covid-19 AS di Teluk Guantanamo.

Baca juga: Anthony Fauci Sebut Virus Corona Afrika Selatan Lebih Berbahaya, Vaksin Covid-19 Bisa Kurang Efektif

Untuk bagiannya, Fauci telah merinci surat bedak putih dalam sebuah wawancara dengan The New York Times awal tahun ini.

Meskipun dia dapat memahami mengabaikan bagian tentang kolam anak-anak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved