Breaking News:

15 Hafiz Quran Kado HUT Bhayangkara, Kapolda Ingin Polisi Semakin Humanis

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil, Senin (28/6/2021) lalu, melantik dan mengambil sumpah

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melantik dan mengambil sumpah Bintara Polri dalam upacara penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Ajaran 2020/2021, Senin (28/6/2021) di lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN), Seulawah, Aceh Besar. 

BANDA ACEH - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil, Senin (28/6/2021) lalu, melantik dan mengambil sumpah 322 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Diktukba Polri tahun 2021. Acara berlangsung di lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh di Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Dari 322 siswa itu, 15 di antaranya adalah para hafiz Alquran 30 Juz. Ini sekaligus menjadi kado terindah bagi Polda Aceh, karena bertepatan dengan HUT ke-75 Bhayangkara yang jatuh pada Rabu (1/7/2021) hari ini.

Saat pelantikan, Kapolda Aceh menyampaikan selamat atas pengukuhan dan pelantikan, serta pemberian nama detasemen siswa Diktuk Bintara Polri tahun 2021 SPN Seulawah. "Ada 15 siswa Bintara Polri yang dilantik hari ini merupakan hafiz 30 juz. Tentu ini kado terindah bagi kita," kata Wahyu Widada.

Saat pelantikan di lapangan upacata, ke-15 hafiz tersebut juga melakukan murattal beberapa ayat Alquran di hadapan Kapolda Aceh dan para pejabat lain yang hadir. Ke-15 personel ini melantunkan hafalan secara serentak tanpa melihat Alquran. Aksi para bintara ini membuat kagum Kapolda dan para pejabat yang hadir.

Irjen Pol Wahyu Widada mengharapkan, lulusan bintara Polri tahun 2021 menjadi Bhayangkara Polri sejati yang selalu mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat. Apalagi dengan adanya para huffaz, menjadi nilai tambah bagi Polda Aceh yang juga ikut mendukung pemberlakuan syariat Islam di Aceh.

"Lulusan bintara harus menjadi Bhayangkara Polri sejati, menjadi polisi yang semakin humanis, menegakkan keadilan, istikamah, dan cerdas serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap rintangan dalam mengabdi kepada ibu pertiwi," katanya.

Terpisah, Serambi berhasil mewawancarai Muhammad Fajar Shadiq, salah satu hafiz Alquran yang dilantik menjadi bintara Polri. Fajar merupakan alumnus Pesantren Imam Syafi'i, Sibreh, Kabupaten Aceh Besar.

Putra asal Lembah Seulawah ini mondok selama enam tahun di ponpes tersebut, mulai dari tsanawiyah hingga aliyah, ditambah satu tahun untuk mengabdi di pesantren. "Tujuh tahun di pesantren. Tsanawiyah tiga tahun, aliyah tiga tahun, setahun lagi mengabdi," katanya.

Selama di pesantren, selain menghafal Alquran, ia bersama teman-temannya terus memperdalam ilmu agama. Alquran 30 juz ia hafal dalam kurun waktu lima tahun, hingga akhirnya mengikuti syahadah (ujian hafal Alquran) dan mendapat predikat hafiz 30 Juz dan lulus sebagai seorang hafiz.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini mengaku menjadi Polisi merupakan cita-citanya sejak kecil. Meski bercita-cita menjadi polisi, namun semangat untuk memperdalam ilmu agama juga sudah tertanam sejak kecil. Ia pun melakukan keduanya. Tetap berlatih dan belajar mempersiapkan diri agar diterima menjadi Polisi dan terus memperdalam ilmu agama di pesantren dengan menghafal Alquran.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved