Breaking News:

BRI akan Temui OJK Bahas BRILink di Aceh

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membahas surat Gubernur Aceh yang meminta agar layanan agen BRILink

Editor: bakri
For Serambinews.com
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA 

BANDA ACEH - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membahas surat Gubernur Aceh yang meminta agar layanan agen BRILink diperpanjang sampai Bank Syariah Indonesia (BSI) benar-benar siap.

"Terkait dengan permintaan Gubernur Aceh untuk perpanjangan layanan agen BRILink di wilayah Aceh, BRI akan melakukan audensi dengan Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator yang berwenang," kata Head of Corporate Secretary PT BRI (Persero) Tbk, Aestika Oryza Gunarto, kepada Serambi, Jumat (2/7/2021).

Untuk diketahui, penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) mewajibkan lembaga keuangan (termasuk bank) yang beroperasi di Aceh beralih ke sistem syariah.

Menindaklanjuti hal itu, BRI secara bertahap mengalihkan portofolio simpanan dan pinjaman serta operasional layanan perbankan lainnya kepada BRIsyariah yang saat ini menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Salah satu yang terdampak adalah layanan BRILink, yaitu program keagenan dari bank BRI yang memungkinkan nasabah berpartisipasi dalam melayani transaksi perbankan bagi masyarakat.

Melalui agen BRILink, nasabah Bank BRI dapat melakukan berbagai transaksi seperti isi ulang pulsa, pembayaran listrik prabayar, pembayaran finance, setor uang tunai, serta tarik uang tunai menggunakan kartu ATM dan lainnya.

Di Aceh tercatat ada 9.000 agen BRILink yang tersebar di seluruh pelosok daerah. Menurut Ketua BRILink Seuramoe Aceh (BRISERA), Addi Erwansyah, sekitar 7.000 orang di antaranya menjadikan keagenan BRILink sebagai mata pencaharian utama mereka.

Karena itulah Addi sangat memohon kepada pihak-pihak terkait, terutama BRI untuk menunda atau memperpanjang BRILink di Aceh sampai BSI siap.

“Harus kita akui memang BRILink sudah menjadi mata pencaharian utama bagi agen BRILink. Kalau mereka (pihak BSI) siap bulan 10, tidak masalah, lebih bagus, itulah harapan kami. Jadi masyarakat tidak panik dan agen BRILink tidak kehilangan mata pencaharian yang bisa mengakibatkan bertambahnya pengangguran,” ujarnya.

Addi Erwansyah mengatakan, selama ini kehadiran agen BRILink di seluruh pelosok desa di Aceh sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha yang bertransaksi di agen BRILink.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengambil sikap dengan mengirimkan surat permohonan perpanjangan layanan agen BRILink di Aceh. Surat bertanggal 1 Juli 2021 itu ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA dalam keterangannya Kamis (1/7/2021) menyebutkan, surat dengan Nomor 580/11775 itu juga ditembusi kepada Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Dirut PT Bank Syariah Indonesia, Tbk, dan kepada Divisi CDS Kantor Pusat PT BRI.

Dalam surat itu, Gubernur menyebutkan sehubungan surat Paguyuban BRILink Seramoe Aceh Nomor 01-BRISERA/06/2021 tanggal 28 Juni 2021 perihal tersebut di atas, memberitahukan bahwa BRI akan melakukan penghentian layanan Agen BRILink di Aceh, dan mengharapkan agar layanan Agen BRILink di Aceh diperpanjang sampai Bank Syariah Indonesia siap.

"Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, mengamanatkan bahwa lembaga keuangan di Aceh menyesuaikan operasionalnya paling lambat 4 Januari 2022," ujar MTA melanjutkan bunyi surat Gubernur.

Berkenaan hal tersebut, lanjut isi surat itu, dalam rangka mempertahankan inklusi keuangan di masyarakat terutama pelaku usaha kecil, Gubernur berharap layanan Agen BRILink di Aceh dapat diperpanjang hingga tanggal 31 Desember 2021, seraya menunggu penyiapan infrastruktur layanan sejenis Bank Syariah yang sedang berproses di Aceh.(una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved