Breaking News:

Luar Negeri

Aksi Perampok di Nigeria, Culik Perawat dan Bayi sampai Serang Kantor Polisi

Aksi perampokan terjadi di Nigeria pada Minggu (4/7/2021) malam, menyebabkan delapan orang menjadi korban.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Channels Television Youtube
Sebuah sindikat perdagangan manusia, tepatnya bayi di Nigeria digerebek polisi, Selasa (1/12/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Aksi perampokan' title=' perampokan'> perampokan terjadi di Nigeria pada Minggu (4/7/2021) malam, menyebabkan delapan orang menjadi korban.

Aksi perampok di Nigeria tersebut telah berhasil menculik satu perawat dan tujuh bayi.

Penyerangan tersebut terjadi di rumah sakit Barat Laut Nigeria, usai melakukan penculikan, pelaku menyerang kantor polisi terdekat.

Melansir dari The Star, Senin (5/7/2021) negara ini telah dilanda dengan aksi penculikan sebagai cara cepat untuk mendapatkan uang.

Rumah Sakit Zaria, yakni rumah sakit pusat Tuberkulosis dan Kusta Nasional telah menerima serangan dari kelompok bersenjata.

Baca juga: Nigeria Minta Arab Saudi Tingkatkan Kerjasama Menumpas Terorisme

Aksi penculikan tersebut berlangsung sekitar satu jam di rumah sakit tersebut, sebut Maryam Abdulrazaq kepada media setempat.

Dia mengatakan enam orang telah diculik: yakni dua perawat, satu dengan anaknya yang berusia satu tahun, seorang teknisi laboratorium, seorang penjaga keamanan dan satu anggota staf lainnya.

Sedangkan, polisi menyebutkan jumlah sandera sebanyak delapan orang.

"Sejauh ini, (tidak ada) permintaan tebusan," kata Abdulrazaq.

"Kami belum mendengar kabar dari para bandit sejak mereka membawanya pergi," tambahnya.

Baca juga: Warga Nigeria Dalam Lapas Cilegon Kendalikan Penyelundupan Sabu 1,129 Ton

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara kepolisian Kaduna, Muhammed Jalige mengatakan bahwa kelompok bersenjata menyerang pos polisi pada waktu bersamaan.

"Sejumlah besar pria bersenjata dari kelompok yang sama menyerang markas polisi pada waktu yang hampir bersamaan dalam upaya untuk menyerbu petugas yang sedang bertugas," ucapnya.

Jalige mengatakan baku tembak terjadi antara polisi dengan kelompok bersenjata, sehingga menyebabkan beberapa polisi terluka.

Di lokasi kejadian, terdapat puluhan selongsong peluru dari senapan dan senapan mesin.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved