4 Perempuan Terjebak Banjir di Kebun Sawit, Termasuk Dua Anak Kecil
Hujan deras yang mengguyur kawasan barat selatan Aceh sejak Senin sore hingga kemarin malam menyebabkan banjir di sejumlah daerah
* Seratusan Desa Terendam
BLANGPIDIE - Hujan deras yang mengguyur kawasan barat selatan Aceh sejak Senin sore hingga kemarin malam menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Puluhan ribu rumah terendam dan beberapa ruas jalan terputus. Tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun ada sejumlah warga dan anak-anak yang sempat bermalam di kebun sawit karena terjebak banjir.
Informasi tentang warga yang terjebak banjir ini diperoleh Serambi dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya (BPBK Abdya). Keseluruhan berjumlah enam orang, terdiri dari empat perempuan dan dua anak kecil. Mereka terjebak banjir di kawasan perkebunan sawit Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Abdya.
“Alhamdulillah, warga yang terjebak sudah berhasil dievakuasi oleh anggota dan tim gabungan dengan menggunakan perahu karet,” ujar Kepala BPBK Abdya, Hafiddin ST, Selasa (6/7/2021).
Dari keterangan Hafiddin, keempat perempuan yang merupakan pekerja kebun sawit dan dua anak kecil itu terjebak banjir sejak Senin (6/7/2021) sore. Karena hujan terus turun hingga malam dan tingginya genangin air, mereka tak bisa pulang dan terpaksa menginap digubuk kebun. “Ketinggian air mencapai 1,5 meter, sehingga mereka memilih untuk tidak pulang dan tetap di kebun,” ujar Hafiddin.
Hafiddin mengaku mendapatkan informasi tentang warga yang terjebak banjir itu dari warga dan perangkat desa Ie Merah. Kebetulan empat dari enam warga yang terjebak banjir itu memang merupakan warga Ie Mirah. Sedangkan dua orang lagi merupakan warga Jeumpa Barat Kecamatam Juempa dan warga Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee.
“Kami mendapatkan informasi dari pihak keluarga dan perangkat desa. Begitu mendenga informasi itu, tim langsung bergerak melakukan evakuasi dengan perahu karet. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat,” terang BPBK Abdya ini.
Banjir juga terjadi di beberapa kabupaten lainnya. Antara lain di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Kabupaten Aceh Selatan. Selain merendam belasan ribu rumah, sejumlah sarana dan prasarana juga ikut rusak dihantam banjir.
Di Nagan Raya, dilaporkan ada puluhan desa dari enam kecamatan yang terendam banjir, yaitu Kecamatan Kuala Pesisir, Kuala, Seunagan, Tadu Raya, Tripa Makmur dan Darul Makmur. Banjir terjadi akibat meluapnya Krueng Tripa, Krueng Nagan, Krueng Langkak, serta sejumlah anak sungai.
"Tim kita bersama TNI dan Polri terus melakukan upaya membantu warga korban banjir," ujar Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi. Hingga sore kemarin belum ada laporan warga mengungsi, namun warga mulai waswas karena air yang semakin tinggi.
Demikian juga di Aceh Barat. Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Mukhtaruddin, ada lebih dari 20 desa di beberapa kecamatan yang terendam banjir, dengan ketinggian air 10 centimeter hingga 1 meter.
Meski demikian, hingga tadi malam belum ada laporan warga yang mengungsi. “Jika ada warga yang mengungsi kita akan segera bangun dapur umum, dan persiapan lainnya untuk membantu masyarakat,” ujar Mukhtaruddin.
Sementara di Aceh Selatan, banjir merendam sedikitnya lima kecamatan, yakni Kota Bahagia, Labuhanhaji, Sawang, Kluet Tengah dan Meukek. Ketinggian air berkisar antara 30-60 centimeter. "Kita sudah menurunkan personel TRC BPBD untuk melakukan pendataan dan melakukan penanganan awal di gampong-gampong tersebut,” kata Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma.
Kondisi yang nyaris sama juga terjadi di Aceh Jaya, dimana ada sekitar puluhan desa terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50 centimeter hingga 1 meter. Data dari BPBK Aceh Jaya, sedikitnya ada sekitar 2015 kepala keluarga yang terdampak.
"Kalau warga yang mengungsi, hingga saat ini saya belum menerima laporan dari para camat,” jawab Kalak BPBK Aceh Jaya, Fajri, menjawab Serambi.
Pihaknya mengaku telah mengerahkan TRC guna Kaji Cepat dengan unit ruber boat dan mobil pickup. "Kita juga mengirimkan mobil evakuasi serta mengerahkan JCB untuk pengerukan saluran-saluran yang tersumbat," sebut Fajri.(c50/riz/c45/tz/c52)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/a-bpbk-abdya-bersama-tim-gabungan-mengeva.jpg)