Rabu, 8 April 2026

Internasional

Tim Penyelamat Rusia Temukan Sembilan Mayat Korban Pesawat Jatuh

Satu tim penyelamat Rusia menemukan sembilan mayat, korban pesawat jatuh pada Rabu (7/7/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Tim penyelamat mengevakuasi korban pesawat jatuh di kota pesisir Palana, Rusia, Rabu (7/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Satu tim penyelamat Rusia menemukan sembilan mayat, korban pesawat jatuh pada Rabu (7/7/2021).

Pesawat penumpang jatuh di semenanjung Kamchatka, timurjauh Rusia.

Pesawat An-26 yang terbang dari kota utama Kamchatka Petropavlovsk-Kamchatsky ke kota pesisir Palana dengan 28 orang di dalamnya menghilang dan jatuh pada Selasa (5/7/2021).

Dilansir AP, tim pencari kemudian menemukan puing-puing pesawat di dekat Palana.

"Saat ini, sembilan mayat telah ditemukan," kata cabang regional kementerian darurat mengatakan sebuah pernyataan.

Dia menambahkan satu mayat telah diidentifikasi

Baca juga: Ukraina Tolak Tawaran Iran, Kompensasi Setiap Korban Pesawat Jatuh Dirudal, Dipatok Rp 2,1 Miliar

Sebanyak 28 orang di dalamnya termasuk enam awak dan 22 penumpang, termasuk dua anak di bawah umur.
Semuanya sudah dianggap meninggal dunia.

Lebih dari 50 orang menyisir pantai Laut Okhotsk, kata para pejabat, tetapi kabut, angin kencang, dan ombak mempersulit operasi pencarian.

Kementerian darurat mengatakan pihaknya berencana untuk mengerahkan penyelam dan helikopter Mi-8.

Kamchatka adalah semenanjung luas yang populer di kalangan wisatawan petualangan karena margasatwanya yang melimpah, gunung berapi yang hidup, dan pantai pasir hitam.

Gubernur Vladimir Solodov mengumumkan masa berkabung selama tiga hari mulai Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Tujuh Tentara Nigeria Tewas Seusai Pesawat Jatuh, Membawa Misi Penyelamatan Korban Penculikan

Kantornya mengatakan bahwa gubernur berencana untuk melakukan perjalanan ke Palana bersama dengan kepala Badan Transportasi Udara Federal Rosaviation, Alexander Neradko.

Para pejabat mengatakan pesawat - yang dibangun pada 1982 - dalam kondisi baik dan lulus pemeriksaan keselamatan.

Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan dan insiden besar, mengatakan sedang mencari tiga penyebab potensial kecelakaan itu: kondisi cuaca buruk, malfungsi teknis, atau kesalahan pilot.

Pesawat An-26, yang diproduksi dari tahun 1969 hingga 1986 selama era Soviet dan masih digunakan di seluruh bekas Uni Soviet untuk transportasi sipil dan militer.

Tetapi, telah menyebankan sejumlah kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir ini.(*)

Baca juga: Pesawat Jatuh, 14 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Gugat Boeing, Tuntut Ganti Rugi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved