Philip Morris International
Philip Morris Akuisisi Fertin Pharma, Apa Gerangan Perusahaan Rokok Beli Produsen Obat-obatan?
Induk dari PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) ini baru-baru ini mengumumkan telah sepakat untuk mengakuisisi Fertin Pharma A/S....
SERAMBINEWS.COM - Philip Morris International Inc dikenal luas sebagai perusahaan rokok terkemuka di dunia yang telah memproduksi bermacam brand terkenal seperti Marlboro dan Sampoerna A Mild.
Induk dari PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) ini baru-baru ini mengumumkan telah sepakat untuk mengakuisisi Fertin Pharma A/S (Fertin Pharma).
Tak tanggung-tanggung, akuisisi ini bernilai sekitar US$ 820 juta atau Rp 12 triliun.
Sekadar diketahui, Fertin Pharma merupakan produsen produk farmasi dan kesehatan terkemuka dengan keahlian dalam sistem penghantaran obat oral dan intraoral.
Lalu apa gerangan perusahaan rokok terbesar di dunia ini mengakuisisi produsen obat-obatan?
Kira-kira apa hubungannya ya?
Chief Executive Officer PMI, Jacek Olczak menyebutkan, akuisisi Fertin Pharma akan menjadi langkah besar menuju tercapainya masa depan bebas asap.
"Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio produk bebas asap kami, khususnya di kategori modern oral, dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (8/7).
Menurut Jacek, PMI dan Fertin memiliki komitmen yang sama pada pendekatan ilmiah dan fokus pada konsumen dalam meningkatkan kualitas hidup.
Fertin Pharma akan membawa kapabilitas dan keahlian penghantaran zat aktif secara oral seperti melalui kantong (pouch), permen karet (gum), tablet yang dapat dicairkan, dan lainnya.
Perusahaan ini berpengalaman menerapkan sistem tersebut untuk penghantaran nikotin dan merupakan produsen terdepan dalam bidang terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy).
Fertin Pharma adalah perusahaan manufaktur dan pengembangan berbasis kontrak (CDMO) swasta berbasis di Denmark, India, dan Kanada, yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan investasi global EQT dan Bagger-Sørensen & Co.
Pada 2020, Fertin Pharma mencetak pendapatan bersih sekitar US$ 160 juta atau Rp 2,3 triliun. Nilai transaksi mencerminkan sekitar 15 kali dari EBITDA Fertin Pharma pada 2020.
Chief Executive Officer Fertin Pharma, Peter Halling, menyampaikan, Fertin Pharma telah melalui perjalanan yang luar biasa bersama keluarga EQT dan Bagger-Sørensen & Co.
Dengan kepemilikan baru, Fertin Pharma akan berada di posisi yang baik untuk terus menjalankan visi dan misinya, termasuk meneruskan peran kami sebagai perusahaan pengembang dan manufaktur berbasis kontrak.
"PMI kini melalui transformasi yang sungguh menginspirasi dengan ambisi menciptakan masa depan bebas asap dan membangun portofolio produk di luar nikotin,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nikotin-rokok.jpg)