Luar Negeri

17 Pembunuh Presiden Haiti Ditangkap, 28 Orang Terlibat, 2 Warga AS dan 26 Mantan Tentara Kolombia

Kepala Kepolisian Haiti Léon Charles membeberkan, 15 tersangka berasal dari Kolombia dan 4 orang di antaranya adalah mantan tentara Kolombia.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Tentara bayaran yang membunuh Presiden Haiti Jovenel Moise (afp) 

SERAMBINEWS.COM-  Aparat Haiti telah menangkap 17 tersangka pembunuhan Presiden Jovenel Moïse.

Sang presiden ditembak mati di kediamannya pada Rabu pagi lalu dalam penyerbuan sekelompok pria bersenjata, yang menurut diplomat Haiti adalah tentara bayaran terlatih.

Kepolisian Haiti menyebut, para tersangka terdiri dari warga negara Amerika Serikat dan Kolombia.

Kepala Kepolisian Haiti Léon Charles membeberkan, 15 tersangka berasal dari Kolombia dan 4 orang di antaranya adalah mantan tentara Kolombia.

Sementara, dua tersangka memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat sekaligus Haiti.

Selain 17 orang itu, aparat Haiti menembak mati 3 tersangka dan masih memburu 8 tersangka lainnya. Sebelumnya, Charles mengklaim, pihaknya telah menembak mati 7 tersangka.

“Kami akan memproses hukum mereka,” ujar Charles dalam konferensi pers pada Kamis (8/7/2021) malam, dilansir dari Associated Press.

Sebelas tersangka ditangkap usai memaksa masuk ke Kedutaan Taiwan di ibu kota Haiti, Port-au-Prince.

Dua tersangka lain ditangkap berkat bantuan masyarakat setempat.

Banyak warga Haiti menyatakan keraguannya atas penangkapan para tersangka

Hal ini mengingat para penyerang ini berhasil masuk ke rumah Presiden Moïse dan mengetahui detail keamanan serta jalur kabur dari bangunan itu.

28 Orang Terlibat

Para tersangka pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moïse beserta senjata dan alat yang diduga dipakai dalam penyerangan rumah Moïse.
Para tersangka pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moïse beserta senjata dan alat yang diduga dipakai dalam penyerangan rumah Moïse. (AP Photo / Joseph Odelyn)

Direktur Jenderal Polisi Nasional Haiti (PNH), Leon Charles, mengumumkan sebanyak 28 orang terlibat dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise .

Dari 28 orang tersebut, dua di antaranya warga Amerika Serikat (AS).

"Itu adalah komando dari 28 penyerang, termasuk 26 warga Kolombia yang melakukan operasi untuk membunuh presiden," kata Charles pada hari Kamis waktu setempat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved