Breaking News:

Berita Aceh Barat

Puluhan Keluarga di Aceh Barat Mengungsi Akibat Banjir

Sekitar 20 KK lebih terpaksa mengungsi karena tidak mungkin bertahan di rumah, sebab air terus naik ke dalam rumah mereka.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Kondisi Banjir di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (11/7/2021). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Puluhan kepala keluarga (KK), terpaksa mengungsi akibat luapan banjir terus naik yang sudah melebih 50 cm dalam rumah yang terjadi di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (11/7/2021), sore.

Banjir luapan yang terjadi di desa tersebut telah terjadi sejak Rabu (7/7/2021) lalu, dimana kondisi air terus bertahan di desa tersebut akibat sumbatnya sungai yang ditumbuhi eceng gondok dan tumbuhan lainnya, sehingga air lama surut.

Sementara pada Minggu, kondisi air naik lagi yang diperparah oleh guyuran hujan yang menyiram kawasan tersebut, sehingga membuat air kembali naik.

Sementara sebagian warga sekitar 20 KK lebih terpaksa mengungsi karena tidak memungkin bertahan di rumah, sebab air terus naik ke dalam rumah mereka. Sedangkan sebagian lainnya masih bertahan hingga menjelang magrib tadi.

“Sekitra 20 KK lebih warga sudah mengungsi, sebagian di daerah pegunungan dan sebagian di rumah kerabat dan saudaranya di kawasan Gunong Pulo,” kata Keuchik Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Rusli Haji kepada Serambinews.com, Minggu (11/7/2021).

Disebutkan, para warga masih terus mewaspadai akan kondisi banjir tersebut, yang nantinya ada kemungkinan pengungsi bertambah, sebab kondisi air Magrib tadi masih terus naik.

Baca juga: Pemerintah Aceh Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta

Baca juga: Vaksinasi Massal Serentak Nagan Raya Capai 2.786 Orang

Baca juga: WabupAceh Besar Antar Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir di Tiga Lokasi

Dikatakannya, bahwa banjir sebelumnya semua warga harus mengungsi sebab tidak memungkinkan bertahan dirumah jika air sudah mencapai satu meter.

Lebih lanjut kata Rusli, sejauh ini sudah ada tenda dan satu unit Speedboat yang dipersiapkan untuk mengevakuasi warga jika banjir semakin besar nantinya.

Butuh Perhatian Pemerintah

Sementara Keuchik Karang Hampa, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, M Saman kepada Serambinews.com, Minggu (11/7/2021) mengharapkan perhatian pemerintah sebab desa tersebut saat musibah banjir terjadi di Desa Gunong Pulo, maka Desa Karang Hampa selalu menerima dampak banjir tersebut seperti yang terjadi saat ini.

Pasalnya, Desa Karang Hampa terkurung oleh banjir menyebabkan akses ke ibukota kecamatan dan kabupaten lumpuh total, karena akses jalan di daerah tersebut sulit dilintasi karena ketinggian air melebihi satu meter.

“Sampai hari ini masih dilanda banjir, dan aktivitas warga kami sehari-hari saat ini terhenti akibat banjir tersebut,” kata M Saman.

Disebutkan, saat terjadi banjir kawasan di kawasan Desa Gunong Pulo tidak bisa surut cepat, sebab aliran sungai di daerah tersebut dipenuhi eceng gondok dan tumbuhan lainnya.

Baca juga: Perang Terus Berkecamuk di Yaman, Komandan Medan Perang Milisi Houthi Tewas

Baca juga: Live Streaming Final Euro 2021: Prediksi Skor Italia vs Inggris, Kondisi Pemain dan Komentar Pelatih

Pihaknya berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan daerah tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi terkurung oleh banjir, karena menghambat perekonomian warga yang keseharian memanfaatkan jalan akses di daerah tersebut untuk berbagai kepentingan.

“Kita berharap pemerintah segera turun tangan dengan melakukan normalisasi sungai dan meninggikan badan jalan, sehingga saat banjir warga tidak terkurung oleh banjir lagi nantinya,” harap M Saman.

Dikatakannya, meski desa Karang Hampa tidak terendam banjir, namun akses jalan tertutup dan tidak bisa kemana-mana, karena akses jalan terhalau oleh banjir yang terjadi setiap musim banjir.

Kondisi tersebut diperparah lantaran kondisi air bukan hanya satu hari saja terjadi, akan tetapi hampir satu pekan seperti yang sedang terjadi saat ini.

“Banjir yang terjadi pada Rabu kemarin, hingga Minggu hari ini belum surut, ini pertanda dampak bencana yang cukup berat dirasakan oleh masyarakat kami saat ini,” ungkap M Saman.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved