Breaking News:

Berita Simeulue

Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Tahan Empat Oknum Aparat Desa di Simeulue

Dalam jumpa pers di Polres Simeulue menyebutkan bahwa lima tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SARI MULIASNO
Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo (tengah) didampingi Waka Polres dan Kasat Reskrim Polres Simeulue, merilis tersangka dan barang bukti dugaan tindak korupsi dana desa di Kabupaten Simeulue, Kamis (15/7/2021). 

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, yang turut didampingi Waka Polres Simeulue dan Kasat Reskrim Polres Simeulue, dalam jumpa pers di Polres Simeulue, menyebutkan bahwa lima tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Sebanyak empat aparat desa di Kabupaten Simeulue, terdiri atas oknum kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, dan ketua TPK desa, ditahan polisi.

Penahan itu lantaran, pelaku diduga telah menyalahgunakan wewenangnya selaku aparat desa, dalam mengelola dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Selain empat aparat desa, seorang pemilik toko bangunan di Sinabang turut ditahan dalam kasus yang sama dengan aparat desa tersebut.

Saat ini, kelima tersangka sudah diamankan di tahanan Mapolres Simeulue.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, yang turut didampingi Waka Polres Simeulue dan Kasat Reskrim Polres Simeulue, dalam jumpa pers di Polres Simeulue, menyebutkan bahwa lima tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Dalam pengusutan kasus tersebut, oleh penyidik telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi.

Baca juga: Dana Desa Itu Bukan Uang Receh

Dari perbuatan tersangka, total kerugian negaran sebesar Rp 537 juta lebih.

Kapolres Simeulue mengatakan,  para tersangka dalam kasus tersebut, yakni Mrn (41) jabatan sebagai kepala desa, AN (32) bendahara desa, JH (47) selaku sekretaris desa, dan RI (45) selaku ketua TPK desa.

Kemudian, SA (41) sebagai pemilik toko.

"Ancaman hukumannya, penjara paling singakat empat tahun dan paling lama 20 tahun," tegas Kapolres Simeulue.

Adapun uang pengembalian kerugian negara yang berhasil disita dalam perkara tersebut, yakni sebanyak Rp 80 juta.(*)

Baca juga: Gubernur Minta Dana Desa untuk Tuntaskan Pembangunan Desa dan Sejahterakan Warga

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved